Senin, 08 Desember 2025

Pengumuman Menarik dari Assemblr EDU Batch 2 Assemblr Certified Trainer Segera Hadir

Gambar yang menarik ini adalah poster promosi dari Assemblr EDU, sebuah platform edukasi yang fokus pada teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) untuk pembelajaran. Poster berlatar belakang kuning cerah ini menampilkan elemen kartun lucu, seperti karakter robot kecil yang mengenakan kacamata, yang menambahkan nuansa ramah dan menyenangkan. Judul utamanya berbunyi "COMING SOON: Assemblr Certified Trainer Batch 2", yang mengindikasikan bahwa program pelatihan trainer bersertifikat ini akan segera dibuka kembali. Ini adalah kabar gembira bagi para pendidik, terutama guru dari berbagai jenjang pendidikan, yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan teknologi AR ke dalam kelas. Poster ini dirancang untuk menarik perhatian dengan teks berbahasa Indonesia yang mudah dipahami, serta elemen visual seperti stiker "Terbatas hanya untuk 500 peserta!" yang menekankan urgensi pendaftaran.

Dalam poster ini, Assemblr EDU menjelaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh calon peserta, yang disebut sebagai Bapak/Ibu Guru. Persyaratan utama termasuk mengikuti program ACE (Assemblr Certified Educator) minimal hingga level 4, memiliki pengalaman mengisi webinar atau pelatihan, serta mengumpulkan CV dan portfolio. Ini menunjukkan bahwa program ACT (Assemblr Certified Trainer) ditujukan untuk pendidik yang sudah memiliki dasar kuat dalam menggunakan tools Assemblr. Karakter kartun di poster tampak seperti sedang memberikan nasihat, dengan gelembung ucapan yang berisi "Tanggal pendaftaran akan segera diumumkan melalui Instagram Assemblr EDU". Hal ini mengingatkan calon peserta untuk terus memantau akun media sosial resmi mereka agar tidak ketinggalan informasi.

Lebih lanjut, poster juga memandu cara mencapai level ACE sebagai syarat awal. Calon peserta diminta mendaftarkan diri melalui tautan ace.asblr.com, di mana mereka bisa mengenal lebih dalam tugas-tugas dalam ACE Task List. Untungnya, proses ini dirancang untuk membantu guru mengasah keterampilan mereka secara bertahap. Selain itu, poster menekankan bahwa kuota terbatas hanya 500 peserta, yang membuat program ini semakin eksklusif. Elemen visual seperti logo ACT dan ilustrasi alat tulis menambahkan kesan profesional namun menyenangkan, sesuai dengan misi Assemblr EDU untuk membuat pendidikan lebih interaktif dan inovatif melalui AR.

Program ACT Batch 2 ini bukan hanya pelatihan biasa; ia menawarkan kesempatan bagi guru untuk menjadi trainer resmi yang bisa menyebarkan pengetahuan tentang teknologi edukasi ke rekan-rekan mereka. Dengan mengikuti program ini, peserta diharapkan bisa mencapai level ACE dengan lebih mudah, karena akan ada bimbingan langsung. Poster ini juga mencantumkan situs resmi assemblrworld.com di bagian bawah, yang bisa dikunjungi untuk informasi lebih lanjut tentang ekosistem Assemblr. Bagi pendidik yang ingin tetap relevan di era digital, ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan karir dan kontribusi mereka di dunia pendidikan.

Akhirnya, jika Anda adalah seorang guru atau orang tua yang tertarik dengan pendidikan berbasis teknologi, jangan lewatkan pengumuman ini. Segera ikuti Instagram Assemblr EDU untuk update tanggal pendaftaran. Program seperti ini tidak hanya meningkatkan kemampuan pribadi, tapi juga membantu menciptakan generasi siswa yang lebih siap menghadapi masa depan digital. Mari kita dukung inisiatif edukasi inovatif seperti Assemblr Certified Trainer untuk membawa perubahan positif di sekolah-sekolah kita!

Minggu, 07 Desember 2025

Pertemuan Kedua Sukses Digelar Pemanfaatan PID untuk RumDik dengan Fitur Ruang Murid dan Assemblr Edu

Pada Minggu, 7 Desember 2025, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, bekerja sama dengan Assemblr.Edu dan Komunitas IGI (Ikatan Guru Indonesia) serta Komunitas Guru Bergema, sukses menyelenggarakan pertemuan kedua dalam rangkaian kegiatan "Pendidikan Ramah untuk Semua". Acara bertajuk "Pemanfaatan PID untuk RumDik dengan Fitur Ruang Murid dan Assemblr.Edu" ini berlangsung secara virtual melalui live streaming WISE Pendidikan Indonesia, mulai pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Pertemuan ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk mengeksplorasi inovasi teknologi dalam pembelajaran, khususnya integrasi Platform Integrasi Data (PID) dengan Rumah Digital (RumDik) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar dan menengah.

Dalam pertemuan kedua ini, fokus utama adalah pemanfaatan fitur Ruang Murid yang dikombinasikan dengan Assemblr.Edu, sebuah platform edukasi berbasis augmented reality (AR) dan 3D modeling. Peserta diajak untuk memahami bagaimana teknologi ini dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, membuat proses pembelajaran lebih interaktif dan menarik bagi murid. Flyer acara menampilkan berbagai contoh papercraft edukatif, seperti "Poster Kerajaan Majapahit: Portable Edukasi Sejarah" untuk mata pelajaran Sejarah kelas 3-6 SD, hingga "Diorama Metamorphosis Kupu-Kupu 3D: Aktivitas Sains Printable untuk Anak" yang cocok untuk pelajaran Sains. Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana guru dapat menciptakan media pembelajaran sederhana namun efektif menggunakan alat digital, yang dapat dicetak dan digunakan di kelas atau rumah.

Narasumber utama acara adalah Mas Annas, seorang pakar pendidikan yang juga merupakan Assemblr Certified Trainer. Beliau membagikan pengalaman praktis tentang integrasi PID dengan RumDik, termasuk fitur Ruang Murid yang memungkinkan kolaborasi antar murid secara virtual. Sementara itu, acara dimoderatori oleh Neng Nani, S.Pd, seorang pendidik berpengalaman yang juga bertindak sebagai host. Moderasi yang dinamis dari Neng Nani membuat sesi diskusi berjalan lancar, dengan partisipasi aktif dari ratusan guru dan pendidik yang bergabung melalui platform Zoom Pro 300. Screenshot dari sesi live menunjukkan presentasi mendalam tentang platform internal seperti Akun Belajar.id dan Rumah Pendidikan, serta platform eksternal seperti Canva, EDU, dan Q, yang semuanya dapat diintegrasikan untuk mendukung pembelajaran hybrid.

Salah satu highlight dari pertemuan ini adalah demonstrasi langsung tentang aktivitas siswa menggunakan Assemblr.Edu. Misalnya, pembuatan "3D Kubus Pancasila - Belajar Nilai Pancasila Secara Visual" untuk mata pelajaran Pancasila, atau "Kubus Ajaib 3D: Eksplorasi Hutan Sumatra" yang mengajak murid menjelajahi alam melalui AR. Peserta juga belajar tentang "Worksheet Sains: Hewan dan Rumahnya" yang dapat dicetak dan digunakan untuk aktivitas kelas. Diskusi juga menyentuh isu kolaborasi komunitas, di mana Komunitas Guru Bergema berperan aktif dalam berbagi pengalaman nyata dari lapangan. Acara ini tidak hanya memberikan pengetahuan teori, tapi juga tips praktis untuk mengimplementasikan teknologi ini di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Secara keseluruhan, pertemuan kedua ini mendapat respons positif dari para peserta, yang menyatakan bahwa integrasi PID dan RumDik dengan Assemblr.Edu dapat merevolusi pendidikan inklusif. Kemendikbudristek berharap kegiatan serupa akan terus digelar untuk mendukung visi pendidikan merdeka belajar. Bagi yang melewatkan acara, rekaman live streaming tersedia di platform WISE Pendidikan Indonesia. Mari kita terus dukung inovasi pendidikan untuk masa depan anak bangsa yang lebih cerah!

Sabtu, 06 Desember 2025

Kegiatan Webinar Pendidikan - Pemanfaatan PID untuk RumDiK dengan Fitur Ruang Murid dan Assemblr Edu

Pada hari Sabtu, Malam Minggu, 06 Desember 2025, Komunitas Berbagi bersama WISE Pendidikan Indonesia menyelenggarakan sebuah webinar pendidikan bertajuk “Pemanfaatan PID untuk RumDiK dengan Fitur Ruang Murid dan Assemblr Edu”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik di Indonesia agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Mengingat pentingnya penguasaan media pembelajaran berbasis digital, webinar ini mendapatkan perhatian cukup besar dari para guru di berbagai daerah.

Webinar yang semula direncanakan dipandu oleh Ibu Neng Nani, S.Pd sebagai host sekaligus moderator, mengalami penyesuaian teknis karena beliau berhalangan hadir akibat adanya kegiatan lain yang tidak dapat ditinggalkan. Meski demikian, keseluruhan kegiatan tetap berlangsung dengan baik berkat koordinasi panitia serta kesiapan narasumber utama, Mas Anas, yang mengambil peran lebih besar dalam memandu jalannya acara. Beliau tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memfasilitasi interaksi peserta selama kegiatan berlangsung.


Dalam sesi pemaparan, Mas Anas menjelaskan secara mendalam tentang Platform Informasi Digital (PID) dan perannya dalam menunjang implementasi Rumah Digital Kelas (RumDiK). Beliau memaparkan bahwa PID menyediakan berbagai fitur yang membantu guru mengelola pembelajaran secara lebih sistematis, mulai dari penyimpanan bahan ajar, dokumentasi aktivitas belajar, hingga pelaporan perkembangan murid. Fitur Ruang Murid mendapat perhatian khusus karena menjadi sarana komunikasi dan interaksi guru-murid yang praktis serta mudah diakses.

Mas Anas juga menyampaikan sejumlah contoh pemanfaatan PID dalam aktivitas kelas sehari-hari. Misalnya, bagaimana guru dapat mengunggah materi pelajaran, mengatur jadwal pembelajaran, memberikan tugas, serta melakukan evaluasi menggunakan fitur-fitur yang tersedia. Penjelasan ini diperkaya dengan studi kasus yang diambil dari praktik lapangan, sehingga peserta memperoleh gambaran konkret mengenai implementasinya.


Memasuki bagian kedua, webinar berfokus pada pemanfaatan Assemblr Edu, sebuah aplikasi pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dan 3D yang belakangan ini semakin populer di kalangan pendidik. Narasumber memaparkan berbagai fitur utama Assemblr Edu, termasuk pembuatan papercraft 3D, poster interaktif, dan LKPD berbasis AR. Beberapa contoh karya, seperti Poster Kerajaan Majapahit, Kubus Pancasila 3D, Diorama Habitat 3D, dan Sistem Pencernaan Manusia ditampilkan sebagai ilustrasi bagaimana materi pembelajaran dapat disajikan secara visual dan menarik.

Penjelasan ini disambut antusias oleh peserta, terutama karena media pembelajaran 3D yang ditampilkan terbukti mampu meningkatkan daya tarik dan pemahaman siswa dalam mempelajari materi tertentu. Mas Anas menekankan bahwa guru tidak perlu memiliki kemampuan desain tingkat tinggi untuk dapat memanfaatkan Assemblr Edu, karena platform tersebut telah menyediakan berbagai template dan objek siap pakai yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pembelajaran.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, dengan sejumlah peserta menanyakan aspek teknis seputar pembuatan objek 3D, cara mengintegrasikan LKPD AR ke dalam RumDiK, serta strategi menghubungkan materi Assemblr Edu dengan kompetensi dasar dalam kurikulum. Narasumber memberikan tanggapan yang jelas dan aplikatif, serta mendorong peserta untuk terus bereksperimen dengan berbagai fitur yang tersedia.

Di akhir acara, panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta kepada narasumber yang telah memberikan pemaparan komprehensif. Meski moderator tidak dapat hadir, kegiatan tetap berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi para pendidik. Webinar ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi digital serta menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Komunitas Berbagi dan WISE Pendidikan Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi pendidikan melalui penguatan kapasitas guru dalam penggunaan teknologi. Kegiatan-kegiatan serupa direncanakan akan terus diadakan guna memperluas dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Ekspresikan Dirimu Mana BLR yang Paling Menggambarkan Kepribadianmu Hari Ini

Pernahkah Anda merasa bahwa satu hari Anda adalah seorang petualang yang siap menaklukkan puncak, sementara di hari lain Anda hanya ingin duduk santai di balik meja sambil memimpin proyek? Itulah esensi dari kepribadian—ia dinamis dan berubah sesuai mood dan situasi. Video singkat yang menyenangkan ini menangkap ide tersebut dengan sempurna, memperkenalkan kita pada serangkaian karakter imut yang disebut BLR (mungkin singkatan dari 'Blur' atau karakter maskot lain dari platform tersebut), masing-masing mewakili kepribadian atau peran yang berbeda.

BLR ini lebih dari sekadar avatar yang menggemaskan; mereka adalah cerminan dari berbagai sisi diri kita yang muncul di waktu yang berbeda. Konsep "Your BLR = Your personality" adalah cara yang sangat relatable dan fun untuk berinteraksi dengan audiens dan mendorong refleksi diri yang ringan. Dengan visual 3D yang cerah dan energik, video ini mengajak kita untuk bermain-main dengan identitas kita sehari-hari, menanyakan: "BLR mana yang Anda klaim hari ini?" Mari kita telusuri beberapa persona BLR yang ditawarkan dan melihat kepribadian apa yang mereka wakili.

Video ini menyajikan berbagai karakter yang menonjol, mulai dari yang berkarisma dan misterius hingga yang santai dan berorientasi pada kinerja.

  • Dark BLR Knight: Mengenakan jubah hitam dan helm/topeng khas pahlawan malam, karakter ini jelas melambangkan sisi diri yang misterius, berwibawa, dan mungkin agak serius. Ia adalah persona yang muncul ketika Anda perlu fokus, melindungi ide-ide Anda, atau ketika Anda merasa memiliki misi penting yang harus diselesaikan tanpa banyak bicara.

  • Pop Street BLR: Dengan pakaian streetwear yang penuh warna, sepatu chunky, dan aksesoris pop culture, BLR ini adalah tentang energi, kreativitas, dan menjadi pusat perhatian. Karakter ini mewakili mood ketika Anda merasa berani berekspresi, ingin mencoba hal baru, atau siap bersosialisasi dan membawa keceriaan ke lingkungan Anda.

  • BLR The Fishmonger: Berlatar belakang kegiatan memancing, BLR ini mengenakan topi safari dan pakaian kasual yang nyaman. Ia adalah perwujudan dari sisi diri yang sabar, tenang, dan menyukai alam. Ini adalah persona untuk hari-hari di mana Anda mencari kedamaian, ingin menjauh dari hiruk pikuk kota, atau hanya ingin menikmati kegiatan yang membutuhkan fokus dan ketekunan.

  • BLR Royale: Dengan pakaian tradisional Timur Tengah yang mewah, BLR ini melambangkan kemewahan, kehormatan, dan kepemimpinan yang berkelas. Ia adalah sisi diri Anda yang menuntut rasa hormat, memiliki selera yang tinggi, dan mungkin sedang dalam mode negosiasi atau pengambilan keputusan yang penting.

Video ini tidak berhenti pada empat karakter tersebut. Masih ada beberapa persona lain yang muncul, masing-masing dengan keunikan peranannya.

  • Frost BLR: Mengenakan syal tebal dan topi kupluk musim dingin, karakter ini mungkin melambangkan sisi diri yang dingin, terstruktur, dan sangat terorganisir. Atau, mungkin hanya mewakili suasana hati yang cool dan damai di tengah situasi yang panas.

  • BLR Executive: Berpakaian rapi dengan jas, kacamata, dan membawa kopi, ia adalah BLR yang profesional, ambisius, dan selalu bergerak cepat. Ini adalah persona yang Anda klaim ketika Anda harus menaklukkan meeting, menyelesaikan tenggat waktu, atau memproyeksikan citra kompeten di tempat kerja.

  • BLRventurer: Dengan pakaian safari dan peralatan hiking, ini adalah sisi diri yang petualang, haus akan pengalaman baru, dan berani mengambil risiko. Ini adalah mood Anda ketika Anda siap untuk belajar, menjelajah, atau menghadapi tantangan fisik maupun mental.

  • Super BLR: Dalam kostum pahlawan super berwarna merah cerah, ini adalah persona energi tak terbatas, percaya diri, dan keinginan untuk menolong atau menjadi pemecah masalah. Ini adalah BLR yang Anda panggil saat Anda merasa tak terkalahkan dan siap menjadi pahlawan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Inti dari konten ini adalah ajakan untuk interaksi dan validasi diri yang menyenangkan. Dengan menyajikan BLR yang berbeda-beda, video ini berhasil menciptakan spektrum kepribadian yang dapat diidentifikasi oleh siapa pun. Ini bukan tentang memilih satu identitas permanen, tetapi merayakan fleksibilitas dan kompleksitas diri. Apakah Anda seorang Pro Athlete BLR yang fokus pada keunggulan fisik, atau seorang BLR Dragon King yang memancarkan kebijaksanaan dan otoritas, setiap karakter adalah cara untuk mengekspresikan vibe Anda saat ini.

Jadi, sekarang giliran Anda! Setelah melihat semua persona yang menawan ini, BLR mana yang paling menggambarkan mood, tujuan, atau peran Anda hari ini? Bagikan BLR Anda di kolom komentar dan mari kita lihat kepribadian mana yang mendominasi komunitas kita!

Webinar NGULIK - Pemanfaatan PID untuk RumDik dengan Fitur Ruang Murid dan Assemblr Edu

Gambar yang kita bahas kali ini adalah poster promosi yang penuh warna dan semangat edukasi, dengan latar belakang oranye cerah yang mendominasi. Di bagian atas, terdapat logo resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Assemblr EDU, Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan Komunitas Guru BERGEMA. Poster ini menampilkan berbagai contoh printable AR dari Assemblr EDU, seperti poster kerajaan Majapahit, kubus pancasila, kupu-kupu metamorfosis, diorama habitat, hingga worksheet matematika dan hewan rumahan. Semuanya disajikan dalam bentuk kartu-kartu kecil dengan gambar 3D yang muncul dari kertas, menunjukkan bagaimana teknologi augmented reality (AR) bisa membuat bahan ajar lebih interaktif. Di tengah poster, ada judul besar "NGULIK" dengan teks "Pemanfaatan PID untuk RumDik dengan Fitur Ruang Murid dan Assemblr Edu", lengkap dengan detail acara, foto narasumber, dan tombol "LIVE Streaming WISE Pendidikan Indonesia". Secara keseluruhan, desainnya modern dan mengajak, seolah ingin mengatakan bahwa pendidikan bisa jadi seru dengan bantuan teknologi.

Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 6 Desember 2025, tepat hari ini berdasarkan tanggal saat ini, mulai pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Ini adalah webinar live streaming yang diselenggarakan melalui platform WISE Pendidikan Indonesia, yang dikenal sebagai wadah diskusi edukasi nasional. Tema utamanya fokus pada pemanfaatan Platform Integrasi Data (PID) untuk Rumah Digital Pendidikan (RumDik), khususnya melalui fitur Ruang Murid yang terintegrasi dengan Assemblr Edu. PID sendiri adalah sistem Kemendikbudristek untuk mengintegrasikan data pendidikan, sementara RumDik adalah inisiatif rumah belajar digital. Dengan Assemblr Edu, guru bisa memanfaatkan AR untuk membuat ruang murid lebih engaging, seperti mengubah worksheet biasa menjadi pengalaman 3D interaktif. Kolaborasi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat kapasitas guru dalam era digital, seperti yang terlihat dari kerjasama resmi Kemendikdasmen dengan Assemblr EDU yang diumumkan awal tahun ini.

Narasumber utama acara adalah Mas Annas, seorang ahli atau praktisi pendidikan yang akan berbagi pengalaman praktis tentang implementasi fitur-fitur ini. Moderatornya adalah Neng Nani, S.Pd, seorang pendidik yang juga host dari Komunitas Guru BERGEMA. Ada juga karakter kartun lucu mirip BLRcat yang memegang tablet, menambahkan elemen fun untuk menarik perhatian guru dan murid. Webinar ini kemungkinan akan membahas cara mengintegrasikan PID ke dalam RumDik, seperti menggunakan data siswa untuk personalisasi pembelajaran di Ruang Murid, dan bagaimana Assemblr Edu bisa menambahkan lapisan AR untuk membuat pelajaran lebih hidup. Dari poster, terlihat contoh-contoh seperti "Poster Kerajaan Majapahit: Portable Edukasi Sejarah" atau "Diorama Metamorfosis Kupu-Kupu 3D", yang bisa dicetak dan discan untuk muncul sebagai model 3D.

Bagi guru dan pendidik, acara seperti ini sangat relevan karena menjawab tantangan pendidikan hybrid pasca-pandemi. Misalnya, fitur Ruang Murid di RumDik memungkinkan siswa mengakses materi secara mandiri, sementara Assemblr Edu menyediakan tools untuk membuat konten AR tanpa coding rumit. Webinar serupa sebelumnya, seperti yang digelar pada akhir November, telah membahas pemanfaatan Ruang Murid dan PID, menarik puluhan peserta untuk diskusi interaktif. Ini juga melanjutkan rangkaian pelatihan Assemblr EDU dengan dinas pendidikan provinsi, seperti pembuatan poster interaktif pada Agustus lalu. Peserta bisa belajar cara mengaplikasikan ini di kelas, mulai dari TK hingga SMA, untuk mata pelajaran sejarah, sains, matematika, dan lainnya.

Lebih lanjut, poster ini menekankan aspek "NGULIK", yang mungkin singkatan dari "Ngobrol Ulung Ilmu dan Kreativitas" atau semacamnya, tapi jelas mengajak peserta untuk mendalami topik secara santai namun mendalam. Acara ini gratis dan bisa diikuti melalui live streaming, ideal untuk guru di seluruh Indonesia yang ingin upgrade skill digital. Dengan dukungan dari IGI dan Komunitas Guru BERGEMA, webinar ini bukan hanya teori, tapi juga sharing best practices dari lapangan.

Jika Anda seorang guru atau orang tua yang tertarik dengan inovasi pendidikan, jangan lewatkan kesempatan ini. Kunjungi situs Assemblr EDU atau channel WISE Pendidikan Indonesia untuk registrasi atau replay jika terlewat. Acara seperti ini membuktikan bahwa teknologi AR bisa jadi alat ampuh untuk membuat pendidikan lebih inklusif dan menyenangkan, terutama di era di mana murid butuh stimulus visual yang kuat. Siapa tahu, setelah ikut, Anda langsung bisa coba buat printable AR sendiri untuk kelas besok!