Jumat, 06 Februari 2026

Webinar Inovatif Memanfaatkan Media Pembelajaran Interaktif dengan Assemblr Edu

Di era digital saat ini, pendidikan semakin menuntut inovasi untuk membuat proses belajar mengajar lebih menarik dan efektif. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Assemblr Edu, WISE Indonesia, dan Komunitas Pendidikan Bergema menyelenggarakan webinar bertajuk "Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Assemblr Edu". Acara ini dirancang khusus bagi para pendidik, guru, dan praktisi pendidikan yang ingin memanfaatkan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dalam kelas. Melalui webinar ini, peserta akan diajak mengeksplorasi cara menciptakan media pembelajaran yang interaktif, sehingga siswa tidak hanya belajar secara pasif, tetapi juga aktif berinteraksi dengan materi pelajaran.

Webinar ini akan menghadirkan narasumber berpengalaman yang siap berbagi pengetahuan dan praktik terbaik. Pembicara pertama adalah Mas Annas, seorang ahli dalam pengembangan konten edukasi digital. Kemudian, ada Suherman, S.Pd.I., yang dikenal sebagai Guru melek digital. Tak ketinggalan, Neng Nani, S.Pd., yang akan membahas aplikasi praktis dari Assemblr Edu dalam kurikulum sehari-hari. Ketiga narasumber ini akan memberikan perspektif yang beragam, mulai dari teori hingga contoh nyata, seperti pembuatan poster kerajaan Majapahit berbasis AR, papercraft studi Pancasila, hingga model 3D vulkanik untuk eksplorasi alam.

Acara webinar ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, mulai pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Formatnya adalah live streaming, sehingga peserta dapat mengikuti dari mana saja tanpa perlu hadir secara fisik. Ini menjadi kesempatan emas bagi guru-guru di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil, untuk meningkatkan keterampilan digital mereka. Pendaftaran dan akses streaming dapat dilakukan melalui platform resmi penyelenggara, dan diharapkan peserta menyiapkan perangkat seperti smartphone atau tablet untuk mencoba fitur interaktif secara langsung selama sesi.

Salah satu sorotan utama webinar ini adalah demonstrasi praktis penggunaan Assemblr Edu. Peserta akan melihat contoh-contoh nyata, seperti poster sejarah Kerajaan Majapahit yang bisa "hidup" melalui AR, atau model 3D kubus Pancasila yang memungkinkan siswa belajar nilai-nilai Pancasila secara visual dan interaktif. Ada juga diskusi tentang aktivitas sains printable untuk anak-anak, seperti sistem pencernaan manusia yang bisa dimanipulasi di layar. Pendekatan ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menyenangkan, tetapi juga membantu siswa memahami konsep abstrak dengan lebih baik, terutama di tengah tantangan pendidikan pasca-pandemi.

Lebih dari sekadar teori, webinar ini menekankan pada manfaat jangka panjang bagi pendidikan Indonesia. Dengan memanfaatkan Assemblr Edu, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana siswa dengan gaya belajar visual atau kinestetik bisa lebih berpartisipasi. Selain itu, acara ini sejalan dengan visi pemerintah untuk digitalisasi pendidikan, membantu mengurangi kesenjangan akses pengetahuan antarwilayah. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk bergabung dan menjadi bagian dari revolusi pendidikan interaktif!

Bagi yang tertarik, persiapkan diri dengan mengunduh aplikasi Assemblr Edu terlebih dahulu agar bisa mengikuti sesi hands-on. Webinar ini gratis dan terbuka untuk umum, dengan harapan dapat menginspirasi lebih banyak pendidik untuk berinovasi. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri dan ikuti live streaming-nya besok malam

Yuk Jelajahi Proses Pembelahan Sel Mitosis LKPD Interaktif 3D dan AR untuk Siswa SMP dan SMA

Pembelahan sel mitosis merupakan salah satu konsep dasar biologi yang sangat penting untuk dipahami, karena proses ini menjadi dasar pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan regenerasi pada makhluk hidup. Tahapan-tahapan pembelahan sel mitosis beserta ciri peristiwa yang terjadi pada setiap tahap menjadi fokus utama LKPD berjudul “Yuk, Jelajahi Proses Pembelahan Sel Mitosis!” yang dirancang oleh Assemblr EDU. Lembar kerja ini mengajak siswa kelas SMP hingga SMA untuk tidak hanya menghafal nama fase, tetapi benar-benar memvisualisasikan dan mengamati bagaimana satu sel induk membelah menjadi dua sel anak yang identik secara genetik melalui mekanisme mitosis. Dengan pendekatan interaktif yang menggabungkan skema bergambar, label kosong, dan teknologi Augmented Reality (AR), LKPD ini membuat pembelajaran biologi sel menjadi lebih hidup, mudah dipahami, dan menyenangkan.

LKPD dibuka dengan pengenalan visual yang menarik: rangkaian gambar skematis sel yang berubah bentuk dari interfase hingga sitokinesis, lengkap dengan kromosom yang berwarna cerah dan spindel mitosis yang terlihat jelas. Siswa diminta mengamati enam tahapan utama mitosis—yaitu profase, prometafase, metafase, anafase, telofase, dan sitokinesis—yang disajikan secara berurutan. Setiap gambar diberi nomor dan kotak label kosong (seperti 1 --T----- untuk tahap pertama, 2 -R----- untuk tahap kedua, dst.), sehingga siswa harus mengisi nama fase yang tepat. Pendekatan ini melatih kemampuan observasi dan pengenalan ciri khas setiap fase, misalnya benang kromosom yang mulai menggulung dan membran nukleus yang menghilang pada profase, hingga kromosom yang berjajar di ekuator sel pada metafase.

Aktivitas inti LKPD adalah mengisi tabel “Tahapan Pembelahan Sel” yang terdiri dari tiga kolom: Tahapan, Fase Pembelahan, dan Ciri-Ciri. Siswa diminta menuliskan ciri-ciri spesifik berdasarkan pengamatan gambar, seperti:

  • Tahap 1 (Interfase/Profase awal): Kromosom mulai terlihat sebagai benang kromatin, nukleolus masih terlihat.
  • Tahap 2 (Profase): Kromosom menggulung menjadi bentuk X yang jelas, membran inti pecah, sentriol bergerak ke kutub sel.
  • Tahap 3 (Prometafase/Metafase awal): Mikrotubulus menempel pada kinetokor, kromosom bergerak menuju bidang ekuator.
  • Tahap 4 (Metafase): Kromosom berjajar rapi di bidang metafase/ekuator sel.
  • Tahap 5 (Anafase): Sentromer membelah, kromatid saudara ditarik ke kutub berlawanan.
  • Tahap 6 (Telofase & Sitokinesis): Kromosom mencapai kutub, membran inti terbentuk kembali, sitoplasma membelah menjadi dua sel anak.

Fitur AR menjadi daya tarik utama LKPD ini. Dengan memindai QR code yang terdapat di lembar kerja, siswa dapat melihat model 3D interaktif sel yang sedang mitosis muncul di layar ponsel atau tablet mereka. Animasi menunjukkan pergerakan kromosom, pembentukan spindel, dan pembelahan sitoplasma secara dinamis—bahkan siswa bisa memutar, memperbesar, atau memperlambat animasi untuk mengamati detail seperti kinetokor dan mikrotubulus. Pengalaman ini membantu siswa yang kesulitan memvisualisasikan proses abstrak menjadi jauh lebih konkret, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa mitosis menghasilkan dua sel identik dengan jumlah kromosom yang sama (2n → 2n).

LKPD ini tidak hanya mendukung pembelajaran kognitif, tetapi juga mengembangkan keterampilan saintifik seperti observasi, analisis, dan pengisian data. Guru dapat menggunakannya sebagai aktivitas mandiri, diskusi kelompok, atau asesmen formatif dengan meminta siswa menjelaskan perbedaan antar-fase berdasarkan ciri yang mereka catat. Integrasi AR dari Assemblr EDU juga membuat materi ini sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis proyek dan teknologi. Selain itu, LKPD ini mengingatkan siswa bahwa mitosis adalah proses yang terjadi setiap hari dalam tubuh kita—dari penyembuhan luka hingga pertumbuhan rambut—sehingga relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, “Yuk, Jelajahi Proses Pembelahan Sel Mitosis!” adalah contoh sempurna bagaimana lembar kerja tradisional dapat ditingkatkan dengan teknologi modern untuk menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan menyenangkan. Dengan deskripsi “Tahapan-tahapan pembelahan sel mitosis beserta ciri peristiwa yang terjadi pada setiap tahap”, LKPD ini membantu siswa menguasai konsep biologi sel secara menyeluruh. Guru dan siswa dapat mengunduh template dari platform Assemblr EDU, mencetaknya, dan langsung mencoba fitur AR-nya. Mari jadikan pelajaran biologi lebih interaktif dan memorable—coba gunakan LKPD ini di kelas dan bagikan hasil serta kesan siswa Anda

Ayo Kita Kenali Budaya dan Perkembangan Remaja LKPD Interaktif 3D dan AR

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan suku dan adat istiadat memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk berbagai tradisi unik untuk menyambut fase penting dalam kehidupan manusia: masa remaja atau kedewasaan. Merupakan aktivitas mengamati upacara atau tradisi unik untuk memperingati seorang anak yang memasuki fase remaja atau kedewasaan, seringkali bersamaan dengan tanda-tanda pubertas (seperti menstruasi pertama bagi perempuan atau perubahan fisik mencolok bagi laki-laki), LKPD ini mengajak siswa untuk menjelajahi keragaman tersebut secara langsung dan menyenangkan. Dirancang untuk siswa SMP, lembar kerja ini menggabungkan elemen konvensional seperti tabel pengisian dengan teknologi Augmented Reality (AR), sehingga siswa tidak hanya membaca, tapi juga "melihat" dan mengamati model 3D tradisi adat melalui scan QR code di lembar kerja.

LKPD dimulai dengan pengenalan yang menarik: Di setiap daerah Indonesia, transisi dari anak-anak ke remaja sering dirayakan dengan upacara adat yang sarat makna. Pubertas sebagai tanda biologis—seperti haid pertama bagi perempuan atau perubahan suara serta tumbuh rambut pada laki-laki—dijadikan momen sakral untuk memberikan pendidikan nilai, tanggung jawab, dan identitas sosial. Siswa diajak memahami bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan cara masyarakat menjaga harmoni budaya, mengajarkan kemandirian, serta menghormati leluhur. Ilustrasi berwarna cerah dengan tokoh-tokoh adat dari berbagai suku—seperti penari Bali, pemuda Dayak, atau gadis Bugis—membuat halaman awal terasa hidup dan mengundang rasa ingin tahu.

Tugas utama dalam LKPD ini adalah mengamati dan mencatat minimal tiga (bahkan hingga enam) upacara adat terkait perkembangan remaja. Siswa diminta memindai QR code untuk mengakses penjelasan materi interaktif via AR, di mana model 3D muncul menampilkan simulasi upacara seperti prosesi, pakaian adat, atau elemen simbolis. Beberapa contoh tradisi yang bisa dieksplorasi meliputi: Metatah (kikir gigi) dari Bali, yang menandai transisi remaja Hindu dengan mengikis gigi untuk mengendalikan nafsu buruk; Fahombo (lompat batu) dari Nias, ujian kedewasaan bagi pemuda untuk membuktikan keberanian; Posuo dari suku Buton, persiapan spiritual gadis remaja menuju pernikahan; serta tradisi sunat massal atau khitan di berbagai daerah yang disertai pesta sebagai tanda akil balig. Siswa mengisi tabel dengan nama upacara, asal daerah, tanda perkembangan yang menjadi dasar (seperti pubertas), serta keterangan singkat tentang makna dan pelaksanaannya.

Keunggulan LKPD ini terletak pada pendekatan interaktifnya yang memadukan pembelajaran budaya dengan teknologi modern. Dengan AR dari Assemblr EDU, siswa bisa melihat animasi 3D seperti proses kikir gigi di Bali atau lompat batu di Nias secara virtual, membuat pengalaman belajar lebih mendalam dan mudah diingat. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan observasi dan pencatatan, tapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman Indonesia serta pemahaman bahwa setiap tradisi memiliki nilai pendidikan, seperti tanggung jawab sosial, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap leluhur. Cocok untuk pembelajaran mandiri, kelompok, atau proyek kelas, LKPD ini juga mendukung Kurikulum Merdeka dengan fokus pada Profil Pelajar Pancasila, khususnya gotong royong dan berkebhinekaan global.

Akhirnya, LKPD "Ayo Kita Kenali Budaya dan Perkembangan Remaja" ini menjadi jembatan antara generasi muda dengan warisan leluhur, mengingatkan bahwa perkembangan remaja bukan hanya soal fisik, tapi juga spiritual dan budaya. Dengan deskripsi yang menekankan pengamatan tradisi unik seputar pubertas, lembar kerja ini diharapkan meningkatkan apresiasi siswa terhadap kekayaan adat Indonesia. Guru dan orang tua bisa mencetak LKPD ini dari platform Assemblr EDU, lalu mengintegrasikannya dalam pelajaran PPKn, Seni Budaya, atau PAI. Mari jadikan pembelajaran budaya lebih hidup dan interaktif—coba gunakan LKPD ini di kelas dan bagikan cerita siswa Anda

Eksplorasi Thawaf Menyelami Makna dan Tata Cara di Balik Putaran Suci

Pendidikan agama Islam di tingkat SMP menjadi momen penting bagi siswa untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami makna mendalam dari rukun-rukun ibadah, termasuk yang berkaitan dengan haji dan umroh. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bertema "Eksplorasi Thawaf: Menyelami Makna dan Tata Cara di Balik Putaran Suci" hadir sebagai alat bantu interaktif yang dirancang khusus untuk siswa kelas 8 SMP. LKPD ini membantu anak-anak mengeksplorasi konsep thawaf untuk siswa kelas 8 SMP, dengan pendekatan yang menyenangkan, visual, dan mudah dipahami. Melalui kombinasi gambar ikonik Ka'bah, ilustrasi 3D pop-up, serta fitur Augmented Reality (AR) via scan QR code, siswa diajak untuk "merasakan" secara virtual proses thawaf, sehingga konsep abstrak seperti putaran suci mengelilingi Ka'bah menjadi lebih nyata dan bermakna.

LKPD ini dibuka dengan pengenalan dasar: Apa yang dimaksud dengan thawaf? Thawaf adalah ibadah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran searah lawan jarum jam, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad, sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian kepada Allah SWT. Bagian pertama lembar kerja mengajak siswa menjawab pertanyaan reflektif seperti "Apa yang dimaksud dengan thawaf?" disertai gambar Ka'bah dan jamaah yang sedang thawaf. Selanjutnya, siswa diminta mengidentifikasi jenis-jenis thawaf utama, seperti thawaf qudum (penyambutan saat tiba di Mekkah, sunnah), thawaf ifadah (thawaf rukun haji yang wajib setelah wukuf di Arafah), thawaf wada' (thawaf perpisahan sebelum pulang, wajib menurut mayoritas ulama), serta thawaf sunnah atau tathawwu' yang bisa dilakukan kapan saja sebagai ibadah tambahan. Aktivitas ini dilengkapi kotak jawaban kosong dan ilustrasi Ka'bah dengan label, membantu siswa menghubungkan setiap jenis dengan waktu dan hukumnya.

Aktivitas inti LKPD berfokus pada tata cara thawaf secara langkah demi langkah. Siswa diajak mengisi penjelasan seperti "Bagaimana tata cara thawaf?" yang mencakup: memulai dari Hajar Aswad dengan takbir, menjadikan Ka'bah di sebelah kiri, berjalan (dengan raml atau berlari kecil pada tiga putaran pertama bagi laki-laki dalam thawaf tertentu), berdoa, dan menyentuh atau isyarat ke Hajar Aswad setiap putaran. Gambar pop-up Ka'bah dan Maqam Ibrahim serta ilustrasi jamaah berihram membuat siswa bisa membayangkan prosesnya. Fitur AR menjadi highlight: dengan memindai QR code di lembar kerja, model 3D Ka'bah muncul di layar HP, lengkap dengan animasi putaran thawaf, sehingga siswa bisa "melihat" bagaimana tujuh putaran dilakukan secara virtual. Ini tidak hanya meningkatkan pemahaman visual, tapi juga menumbuhkan rasa hormat dan kekaguman terhadap ibadah ini.

Selain itu, LKPD menyertakan pertanyaan tentang hukum thawaf, seperti "Apa hukum thawaf itu?" untuk membedakan antara yang wajib (seperti thawaf ifadah sebagai rukun haji dan umroh) dan sunnah (seperti thawaf qudum atau thawaf sunnah). Siswa juga diajak merefleksikan makna spiritual thawaf: simbol kesatuan umat, pengingat tawhid, dan pengabdian total kepada Allah. Bagian akhir menyediakan ruang untuk siswa menuliskan kesan pribadi atau doa yang bisa dibaca saat thawaf, mendorong koneksi emosional dengan materi. Dengan desain cerah, elemen interaktif, dan bahasa sederhana, LKPD ini cocok untuk pembelajaran mandiri, kelompok, atau diskusi kelas, sekaligus memenuhi ketentuan penggunaan Assemblr EDU yang hanya untuk tujuan pendidikan non-komersial.

Secara keseluruhan, LKPD "Eksplorasi Thawaf" ini bukan sekadar lembar isian, melainkan jendela menuju pemahaman lebih dalam tentang salah satu rukun Islam yang paling sakral. Dengan menggabungkan pendekatan konvensional dan teknologi AR, siswa kelas 8 SMP diharapkan tidak hanya tahu apa itu thawaf, tapi juga menghayati maknanya sebagai bentuk pengabdian dan persatuan. Guru dapat mengintegrasikannya dalam pelajaran PAI atau persiapan manasik haji sederhana di sekolah. Unduh template LKPD ini dari platform Assemblr EDU, cetak, dan rasakan sendiri bagaimana teknologi membuat pelajaran agama lebih hidup. Mari dukung generasi muda untuk mencintai ibadah melalui pemahaman yang menyenangkan—bagikan pengalaman Anda di komentar jika sudah mencoba!

Pop Up Book AR Tata Surya Media Pembelajaran Interaktif yang Menyenangkan dan Inovatif

Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, Pop Up Book Tata Surya dengan Augmented Reality (AR) muncul sebagai salah satu media pembelajaran paling menarik untuk mata pelajaran IPA, khususnya materi Tata Surya. Pop Up Book Tata Surya adalah media pembelajaran interaktif yang menampilkan susunan planet dalam bentuk visual 3D menarik. Dirancang untuk membantu siswa memahami tata surya secara konkret, menyenangkan, dan mudah dipahami. Cocok digunakan sebagai media pembelajaran di kelas SD hingga SMP, buku pop-up ini menggabungkan elemen seni kerajinan kertas tradisional dengan teknologi AR modern, sehingga siswa tidak hanya melihat gambar datar, melainkan menyaksikan model Tata Surya "hidup" di depan mata mereka melalui smartphone atau tablet.

Saat lembar buku dibuka, struktur pop-up langsung muncul dengan desain kreatif: Matahari bercahaya di tengah sebagai pusat, dikelilingi oleh planet-planet yang berdiri tegak dalam orbit melingkar. Planet seperti Merkurius yang kecil dan berwarna abu-abu, Venus yang kuning panas, Bumi biru-hijau dengan detail benua, Mars merah, hingga Jupiter raksasa dengan garis-garis awan dan Saturnus lengkap dengan cincinnya, semuanya terpampang dalam bentuk 3D yang kokoh dari kertas tebal. Elemen ini membuat siswa merasa seperti sedang memegang miniatur Tata Surya sungguhan. Ditambah lagi, label nama planet dan orbit yang jelas membantu siswa mengenali posisi relatif setiap planet terhadap Matahari, serta memahami konsep revolusi dan rotasi secara visual.

Yang membuat Pop Up Book ini benar-benar istimewa adalah integrasi teknologi Augmented Reality (AR). Siswa cukup memindai marker khusus yang tercetak di halaman buku menggunakan aplikasi AR (seperti Assemblr atau platform serupa), dan tiba-tiba model 3D digital muncul di atas buku fisik. Planet-planet berputar mengelilingi Matahari secara real-time, lengkap dengan animasi orbit, efek cahaya, dan informasi pop-up seperti jarak, ukuran, suhu, atau jumlah satelit. Misalnya, saat memindai bagian Jupiter, siswa bisa melihat planet gas raksasa itu berputar sambil menampilkan detail badai besar seperti Great Red Spot, atau Saturnus yang cincinnya tampak bergerak lembut. Pendekatan hybrid ini—kombinasi pop-up fisik dan AR—membuat pembelajaran menjadi multisensori: siswa melihat, menyentuh, dan berinteraksi, sehingga konsep abstrak seperti skala Tata Surya menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.

Penggunaan Pop Up Book AR Tata Surya sangat fleksibel dan mendukung berbagai gaya pembelajaran. Di kelas, guru dapat menggunakannya sebagai demonstrasi awal materi, diikuti aktivitas kelompok di mana siswa membaca deskripsi planet, mencocokkan ciri khas (seperti "planet terpanas" untuk Venus atau "planet terbesar" untuk Jupiter), lalu memverifikasi melalui AR. Untuk pembelajaran mandiri, siswa di rumah bisa mengeksplorasi sendiri, bahkan merekam video interaksi mereka untuk dibagikan. Media ini juga ramah anak karena terbuat dari bahan kertas yang aman, mudah dibuat atau dicetak, serta mendorong kreativitas—siswa bahkan bisa membuat versi pop-up sederhana mereka sendiri sebagai proyek lanjutan. Hasilnya, siswa tidak hanya hafal nama planet, tapi benar-benar memahami susunan, karakteristik, dan dinamika Tata Surya.

Secara keseluruhan, Pop Up Book Tata Surya AR ini mewakili evolusi media pembelajaran yang menggabungkan seni, sains, dan teknologi. Dengan deskripsi "Pop Up Book Tata Surya adalah media pembelajaran interaktif yang menampilkan susunan planet dalam bentuk visual 3D menarik. Dirancang untuk membantu siswa memahami tata surya secara konkret, menyenangkan, dan mudah dipahami. Cocok digunakan sebagai media Pembelajaran", alat ini terbukti efektif meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap astronomi. Bagi guru, orang tua, atau pendidik yang ingin membuat kelas lebih hidup, media ini bisa menjadi pilihan utama. Coba buat atau unduh template-nya, lalu saksikan bagaimana wajah siswa berbinar saat Tata Surya "muncul" di depan mereka. Yuk, jadikan pembelajaran sains lebih magis dan memorable! Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar jika sudah mencobanya.