Selasa, 10 Februari 2026

Webinar Assemblr EDU Sukses Menginspirasi Guru Ubah Kelas Jadi Lebih Hidup dan Bermakna dengan Teknologi AR

Pada Selasa malam, 10 Februari 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, komunitas pendidikan Indonesia kembali disuguhkan sesi inspiratif melalui webinar bertajuk "Ubah Kelas Jadi Lebih Hidup dan Bermakna dengan Assemblr EDU". Kegiatan yang diselenggarakan oleh Assemblr EDU ini berhasil memikat puluhan peserta dari berbagai daerah, termasuk guru, kepala sekolah, dan pegiat pendidikan digital. Melalui platform Google Meet, para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga menyaksikan secara langsung demonstrasi pembuatan konten Augmented Reality (AR) yang interaktif dan mudah diterapkan di kelas sehari-hari.

Webinar ini dipandu dengan apik oleh Supriadi Laruba sebagai moderator yang energik dan berpengalaman. Beliau berhasil menjaga alur diskusi tetap dinamis, memfasilitasi tanya jawab, serta menghubungkan pengalaman para narasumber dengan kebutuhan peserta yang beragam. Keynote speaker Rini Sri Lestari membuka acara dengan pemaparan mendalam tentang bagaimana Assemblr EDU dapat mentransformasi pembelajaran konvensional menjadi pengalaman belajar yang visual, menyenangkan, dan relevan dengan Kurikulum Merdeka. Beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi AR untuk meningkatkan keterlibatan siswa, membuat konsep abstrak menjadi nyata, serta mendukung pendekatan student-centered learning yang penuh makna.

Siti Fatimah, S.Pd. sebagai narasumber pertama mempresentasikan perbandingan fitur antara tools desain umum seperti Canva dengan Assemblr EDU. Ia menjelaskan bahwa sementara Canva unggul dalam desain grafis statis, Assemblr EDU menawarkan keunggulan luar biasa melalui objek 3D yang bisa muncul di dunia nyata via HP siswa. Peserta diajak melihat langsung bagaimana konten AR dapat diakses melalui QR code atau marker sederhana, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan mudah diimplementasikan bahkan di sekolah dengan fasilitas terbatas. Sesi ini sangat menginspirasi, terutama bagi guru yang ingin memulai perjalanan AR tanpa perlu peralatan mahal.

Selanjutnya, Santi Rahmadani memukau peserta dengan demonstrasi langsung pembuatan konten AR bertema kuliner Indonesia. Ia menunjukkan cara menyusun model 3D soto ayam lengkap dengan animasi, label deskriptif, dan elemen interaktif seperti pointer yang muncul saat disentuh layar. Contoh ini menggambarkan bagaimana Assemblr EDU bisa menghubungkan pelajaran Bahasa Indonesia atau IPAS dengan kehidupan sehari-hari siswa. Peserta antusias melihat bagaimana siswa bisa "menjelajahi" makanan tradisional secara virtual, lengkap dengan teks penjelasan yang muncul, sehingga pembelajaran tidak lagi monoton tapi penuh rasa ingin tahu dan kebanggaan budaya.

Menutup sesi narasumber, Miokti Yessi berbagi pengalaman praktis dalam mengintegrasikan Assemblr EDU ke dalam rencana pembelajaran harian. Ia menyoroti manfaat AR untuk meningkatkan pemahaman konsep, retensi pengetahuan, serta mengembangkan keterampilan abad 21 seperti critical thinking dan kolaborasi. Diskusi semakin hidup saat peserta berbagi cerita dan bertanya langsung tentang tantangan implementasi di kelas mereka. Banyak yang menyebut sesi ini sebagai "game changer" karena memberikan ide-ide segar yang langsung bisa dicoba esok hari.

Secara keseluruhan, webinar malam ini bukan sekadar penyampaian materi, melainkan momentum kebangkitan semangat inovasi di kalangan pendidik Indonesia. Dengan Assemblr EDU, kelas tak lagi hanya ruang empat dinding, tapi menjadi arena eksplorasi dunia nyata yang hidup dan bermakna. Terima kasih kepada seluruh tim Assemblr EDU, keynote speaker Rini Sri Lestari, moderator Supriadi Laruba, serta narasumber Siti Fatimah, Santi Rahmadani, dan Miokti Yessi yang telah berbagi ilmu dengan penuh dedikasi. Bagi yang belum sempat mengikuti, jangan khawatir—rekaman dan materi dapat diakses kembali melalui komunitas Assemblr EDU. Yuk, segera terapkan AR di kelasmu dan buat pembelajaran semakin menyenangkan

0 komentar: