Senin, 09 Februari 2026

Webinar Sukses Bahas Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Assemblr Edu

Pada Sabtu, 7 Februari 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Assemblr Edu dan Komunitas WISE Indonesia Bergema sukses menyelenggarakan webinar bertajuk "Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Assemblr Edu". Acara yang berlangsung secara live streaming dari pukul 19.30 hingga 21.30 WIB ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan pendidik, siswa, dan praktisi pendidikan di seluruh Indonesia. Webinar ini menjadi wadah penting untuk membahas inovasi teknologi dalam pendidikan, khususnya penggunaan media interaktif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Dengan tema yang relevan, acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru tetapi juga inspirasi bagi para pendidik untuk mengintegrasikan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dalam kelas sehari-hari.

Tema utama webinar difokuskan pada pemanfaatan Assemblr Edu sebagai platform pembelajaran interaktif. Para pembicara menjelaskan bagaimana aplikasi ini dapat digunakan untuk menciptakan konten edukatif yang menarik, seperti poster kerajaan majapahit berbasis AR, model 3D kubus pancasila, atau simulasi erupsi gunung api. Tujuan acara ini adalah untuk mendorong pendidik agar lebih kreatif dalam menyajikan materi pelajaran, sehingga siswa tidak lagi merasa bosan dengan metode konvensional. Melalui demonstrasi langsung, peserta diajak melihat bagaimana media interaktif ini dapat diakses melalui perangkat sederhana seperti smartphone, membuat pembelajaran lebih inklusif dan mudah diimplementasikan di sekolah-sekolah pedesaan maupun perkotaan. Respons positif dari peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk selama sesi tanya jawab, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap teknologi ini.

Salah satu highlight acara adalah kontribusi dari para narasumber yang berpengalaman. Mas Annas, seorang pakar pendidikan interaktif, membagikan pengalaman praktisnya dalam mengintegrasikan Assemblr Edu untuk mata pelajaran sejarah dan sains. Sementara itu, Suherman, S.Pd.I., yang juga aktif di komunitas pendidikan, menyoroti studi kasus pemanfaatan media ini di sekolah dasar, termasuk pembuatan aktivitas sain printable untuk anak-anak. Neng Nani, S.Pd., melengkapi dengan perspektif dari sudut pandang guru perempuan, membahas bagaimana teknologi ini dapat memberdayakan siswa perempuan dalam eksplorasi ilmu pengetahuan. Ketiga pembicara ini berhasil menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami, disertai contoh-contoh nyata seperti papercraft pancasila dan sistem pencernaan manusia yang interaktif.

Selama dua jam berlangsung, webinar ini tidak hanya menyajikan presentasi teori tetapi juga sesi praktik langsung. Peserta diajak untuk mencoba fitur Assemblr Edu melalui tautan yang dibagikan, sehingga mereka bisa langsung merasakan manfaatnya. Interaksi antara pembicara dan audiens semakin hidup berkat fitur chat dan polling, di mana mayoritas peserta menyatakan bahwa mereka akan menerapkan media interaktif ini dalam kurikulum sekolah mereka. Acara ditutup dengan sesi diskusi terbuka, di mana ide-ide inovatif seperti pengembangan konten lokal berbasis budaya Indonesia dibahas secara mendalam. Hal ini menjadikan webinar sebagai katalisator perubahan dalam pendidikan nasional.

Secara keseluruhan, webinar ini berhasil mencapai tujuannya untuk memperluas pengetahuan tentang media pembelajaran interaktif. Banyak peserta yang memberikan umpan balik positif melalui media sosial, menyebut acara ini sebagai langkah maju dalam transformasi digital pendidikan Indonesia. Penyelenggara berencana untuk mengadakan seri webinar serupa di masa mendatang, dengan fokus pada topik-topik lanjutan seperti integrasi AI dalam Assemblr Edu. Bagi yang ketinggalan, rekaman acara telah tersedia di platform resmi, sehingga siapa pun dapat mengaksesnya kapan saja. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus mendukung visi pendidikan berkualitas dan merata di seluruh negeri.

0 komentar: