Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan suku dan adat istiadat memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk berbagai tradisi unik untuk menyambut fase penting dalam kehidupan manusia: masa remaja atau kedewasaan. Merupakan aktivitas mengamati upacara atau tradisi unik untuk memperingati seorang anak yang memasuki fase remaja atau kedewasaan, seringkali bersamaan dengan tanda-tanda pubertas (seperti menstruasi pertama bagi perempuan atau perubahan fisik mencolok bagi laki-laki), LKPD ini mengajak siswa untuk menjelajahi keragaman tersebut secara langsung dan menyenangkan. Dirancang untuk siswa SMP, lembar kerja ini menggabungkan elemen konvensional seperti tabel pengisian dengan teknologi Augmented Reality (AR), sehingga siswa tidak hanya membaca, tapi juga "melihat" dan mengamati model 3D tradisi adat melalui scan QR code di lembar kerja.
Keunggulan LKPD ini terletak pada pendekatan interaktifnya yang memadukan pembelajaran budaya dengan teknologi modern. Dengan AR dari Assemblr EDU, siswa bisa melihat animasi 3D seperti proses kikir gigi di Bali atau lompat batu di Nias secara virtual, membuat pengalaman belajar lebih mendalam dan mudah diingat. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan observasi dan pencatatan, tapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman Indonesia serta pemahaman bahwa setiap tradisi memiliki nilai pendidikan, seperti tanggung jawab sosial, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap leluhur. Cocok untuk pembelajaran mandiri, kelompok, atau proyek kelas, LKPD ini juga mendukung Kurikulum Merdeka dengan fokus pada Profil Pelajar Pancasila, khususnya gotong royong dan berkebhinekaan global.
Akhirnya, LKPD "Ayo Kita Kenali Budaya dan Perkembangan Remaja" ini menjadi jembatan antara generasi muda dengan warisan leluhur, mengingatkan bahwa perkembangan remaja bukan hanya soal fisik, tapi juga spiritual dan budaya. Dengan deskripsi yang menekankan pengamatan tradisi unik seputar pubertas, lembar kerja ini diharapkan meningkatkan apresiasi siswa terhadap kekayaan adat Indonesia. Guru dan orang tua bisa mencetak LKPD ini dari platform Assemblr EDU, lalu mengintegrasikannya dalam pelajaran PPKn, Seni Budaya, atau PAI. Mari jadikan pembelajaran budaya lebih hidup dan interaktif—coba gunakan LKPD ini di kelas dan bagikan cerita siswa Anda
-jn42cv.png)
-h1ci5y.jpeg)
0 komentar:
Posting Komentar