Minggu, 25 Januari 2026

Webinar Kolaborasi Bergema Inovasi Pembelajaran Interaktif Melalui PID RumDik dan Assemblr

Pada Minggu malam, 25 Januari 2026, Komunitas Bergema bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Komunitas WISE Pendidikan Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk "Pemanfaatan PID Media Pembelajaran Interaktif dengan RumDik dan Assemblr". Acara yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 21.30 WIB ini diikuti oleh ratusan guru, pendidik, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini menjadi wadah kolaborasi untuk membahas transformasi digital dalam pendidikan, khususnya bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membuat proses belajar mengajar lebih engaging dan efektif. Dipandu secara dinamis oleh Mas Anas, seorang Assemblr Certified Trainer, sesi ini tidak hanya menyajikan teori tapi juga demonstrasi praktis yang langsung bisa diterapkan di kelas.

Mas Anas, sebagai pemandu utama, membuka acara dengan memperkenalkan konsep Assemblr Edu Certified Trainer (AETC), program sertifikasi yang dirancang untuk membekali pendidik dengan keterampilan menciptakan konten 3D dan Augmented Reality (AR) tanpa memerlukan kemampuan coding yang rumit. Menurut informasi dari platform Assemblr Edu, AETC bertujuan untuk memberdayakan guru agar bisa mengintegrasikan teknologi AR ke dalam kurikulum, sehingga siswa dapat berinteraksi dengan objek virtual secara real-time. Dalam webinar ini, Mas Anas berbagi pengalaman pribadinya sebagai trainer bersertifikat, termasuk bagaimana Assemblr telah merevolusi pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas seperti Bergema dengan platform digital untuk mendukung visi pendidikan merdeka belajar.

Salah satu sorotan utama webinar adalah sesi dari narasumber Yefita Putri Zanti, S.Pd., seorang guru dari SMP Negeri 2 Ujan Mas. Bu Yefita membahas secara mendalam tentang Papan Interaktif Digital (PID), yang merupakan lompatan besar dari papan tulis konvensional ke media dinamis yang mendukung visualisasi konsep abstrak. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bagaimana PID, seperti interactive flat panel, memungkinkan guru mengubah kelas statis menjadi ruang interaktif dengan fitur laboratorium maya. Contohnya, siswa bisa melakukan simulasi percobaan sains tanpa bahan fisik, yang membuat pemahaman lebih cepat dan mendalam. Bu Yefita juga menunjukkan demonstrasi langsung, seperti mengintegrasikan QR code pada model kubus makanan untuk pelajaran gizi, yang menarik perhatian peserta.

Bu Yefita lebih lanjut menyoroti integrasi PID dengan Rumah Pendidikan Digital (RumDik), superaplikasi resmi dari Kemendikbud yang menyatukan berbagai layanan digital pendidikan dalam satu platform. RumDik, sebagai ruang kolaborasi bagi siswa, guru, dan orang tua, memudahkan akses ke materi interaktif tanpa harus beralih antar-aplikasi. Dalam konteks webinar, Bu Yefita menjelaskan bagaimana PID dapat dihubungkan dengan fitur RumDik untuk menciptakan rumah pendidikan digital yang inklusif, di mana guru bisa berbagi konten AR melalui Assemblr. Ini tidak hanya meningkatkan partisipasi siswa tapi juga membantu mengatasi keterbatasan sumber daya di daerah terpencil, seperti yang sering dihadapi oleh pendidik di Bali dan wilayah timur Indonesia.
Narasumber lain, seperti Neng Nani, S.Pd., turut memperkaya diskusi dengan berbagi praktik baik pemanfaatan media interaktif di tingkat sekolah dasar. Ia menekankan sinergi antara PID, RumDik, dan Assemblr untuk mendukung kurikulum merdeka, di mana siswa diajak berkolaborasi secara virtual. Webinar ini juga menyentuh isu tantangan, seperti akses internet yang belum merata, tapi Mas Anas menutup sesi dengan optimisme bahwa sertifikasi AETC bisa menjadi solusi untuk melatih lebih banyak guru menjadi agen perubahan digital.

Secara keseluruhan, webinar Kolaborasi Bergema ini berhasil menginspirasi para peserta untuk segera mengadopsi teknologi dalam pembelajaran. Dengan lebih dari 24 peserta aktif di Zoom dan live streaming, acara ini membuktikan bahwa pendidikan digital bukan lagi mimpi, tapi realitas yang bisa diwujudkan melalui kolaborasi. Bagi yang melewatkan, rekaman webinar tersedia di channel YouTube resmi Komunitas Bergema, dan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik di seluruh nusantara untuk terus berinovasi.

0 komentar: