Sabtu, 31 Januari 2026

Peluang Emas Bergabunglah dalam Open Recruitment Assemblr Certified Trainer Batch 2

Assemblr EDU, di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), kembali membuka pintu kesempatan bagi para pendidik Indonesia untuk menjadi trainer profesional. Program Open Recruitment Assemblr Certified Trainer (ACT) Batch 2 ini dirancang khusus untuk membekali guru dan pendidik dengan kemampuan memanfaatkan teknologi 3D dan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran interaktif. Bayangkan, Anda bisa menjadi bagian dari revolusi pendidikan digital yang membuat kelas lebih hidup dan menarik bagi siswa. Program ini bukan hanya pelatihan biasa, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui inovasi teknologi. Dengan kuota terbatas hanya 500 peserta untuk batch kedua, ini adalah momen tepat bagi Anda yang ingin berkontribusi lebih besar di dunia pendidikan.

Untuk bergabung, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar Anda bisa lolos seleksi. Pertama, peserta harus merupakan guru yang telah menyelesaikan program Assemblr Certified Educator (ACE) hingga minimal Level 4. Program ini terbuka lebar bagi guru dan pendidik dari berbagai satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Selain itu, calon peserta diharapkan memiliki pengalaman dalam mengisi webinar atau pelatihan, yang akan menjadi nilai tambah dalam proses seleksi. Jangan lupa untuk menyiapkan CV lengkap beserta portofolio yang menunjukkan pencapaian Anda di bidang pendidikan dan teknologi. Kriteria ini dirancang untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar siap menjadi trainer handal yang bisa menginspirasi rekan sejawat.

Timeline program ini cukup ketat, jadi pastikan Anda tidak melewatkan setiap tahapannya. Pendaftaran resmi dibuka pada 31 Januari, di mana Anda bisa mulai mengirimkan berkas melalui link resmi. Kemudian, pada 6 Februari, akan ada sesi sosialisasi umum tentang program ACT untuk memberikan gambaran lebih detail kepada calon peserta. Penutupan pendaftaran jatuh pada 20 Februari, jadi segera lengkapi persyaratan sebelum deadline. Akhirnya, pengumuman peserta terpilih akan dirilis pada 27 Februari. Dengan jadwal yang padat ini, program ACT Batch 2 menekankan efisiensi dan komitmen dari para peserta, memastikan bahwa hanya yang terbaik yang akan bergabung.

Manfaat yang ditawarkan oleh program ACT ini sungguh menggiurkan dan bisa menjadi booster karir Anda sebagai pendidik. Peserta yang lolos akan mendapatkan Sertifikat Penghargaan langsung dari Kemendikbudristek, serta Sertifikat Trainer Resmi dari Assemblr EDU yang diakui secara nasional. Anda juga akan mengembangkan skill profesional melalui pelatihan intensif, menjadi inspirasi bagi komunitas pendidik, dan bergabung dalam jaringan eksklusif. Akses ke akun premium Assemblr, materi khusus, serta kode referral untuk webinar atau pelatihan akan membuka peluang baru, termasuk kesempatan mengisi sesi pelatihan berbayar. Ini bukan hanya sertifikat, tapi investasi jangka panjang untuk karir Anda di era digital.

Mengapa harus ragu? Program seperti ACT Batch 2 ini adalah kesempatan langka untuk berkolaborasi dengan para ahli teknologi pendidikan dan berkontribusi pada kemajuan bangsa. Bagi Anda yang berada di daerah seperti Nusa Tenggara Barat atau wilayah lain di Indonesia, program ini bisa diikuti secara online, sehingga jarak bukan lagi hambatan. Segera kunjungi link pendaftaran di s.id/ACT-Batch2 atau scan QR code yang tersedia untuk mendaftar. Jangan sampai ketinggalan, karena menjadi Assemblr Certified Trainer berarti Anda ikut membentuk masa depan pendidikan Indonesia yang lebih inovatif dan interaktif. Ayo, daftarkan diri sekarang dan jadilah bagian dari perubahan!

Selasa, 27 Januari 2026

Kegiatan Webinar Menghidupkan Ruang Kelas Melalui Inovasi Pembelajaran Digital Bersama Assemblr EDU

Pada Selasa malam, 27 Januari 2026, telah sukses diselenggarakan kegiatan Seri Webinar “Menghidupkan Ruang Kelas” yang merupakan kolaborasi bersama ASSEMBLR EDU. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet dan diikuti oleh para pendidik dari berbagai daerah dengan antusiasme yang tinggi. Webinar ini menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus penguatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup, interaktif, dan bermakna.

Webinar menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang pendidikan, yaitu Nur Bahja, M.Pd., Aah Siti Fatimah, M.Pd., dan Epong Utami, S.Pd., M.Pd. yang berbagi praktik baik serta pengalaman nyata dalam mengelola pembelajaran di kelas. Selain itu, kegiatan ini juga diperkuat oleh Rini Sri Lestari selaku Keynote Speaker yang menyampaikan pengantar inspiratif mengenai pentingnya inovasi pembelajaran berbasis teknologi untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Selama sesi berlangsung, peserta diajak untuk memahami bagaimana ruang kelas dapat “dihidupkan” melalui pemanfaatan media digital interaktif, salah satunya dengan penggunaan platform Assemblr EDU. Para narasumber mempraktikkan langsung contoh media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik, mendorong rasa ingin tahu, serta menumbuhkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan, tanggapan, dan refleksi dari peserta.

Kegiatan webinar ini dipandu oleh Supriadi Laruba selaku moderator yang berhasil mengelola jalannya acara secara komunikatif dan dinamis. Alur acara tersusun rapi, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, sesi diskusi, hingga penutup, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman meskipun dilaksanakan pada malam hari.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh ilmu dan wawasan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, kesempatan memperluas jejaring profesional, serta sertifikat keikutsertaan. Webinar “Menghidupkan Ruang Kelas” diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi para pendidik untuk terus berinovasi dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

Senin, 26 Januari 2026

Level Up Keseruan Bootcamp ACE Assemblr EDU Sebanyak 195 Guru Siap Menuju Certified Trainer Batch 2

Alhamdulillah, pada tanggal 30 Januari 2026 lalu, Assemblr EDU kembali menggelar kegiatan yang luar biasa membanggakan: Bootcamp Assemblr Certified Educator (ACE) Level Up! Acara yang diikuti oleh 195 guru dari berbagai daerah ini benar-benar penuh semangat, antusiasme, dan energi positif yang menggebu-gebu. Dari Sabang sampai Merauke (secara virtual tentunya), para peserta tampak begitu serius sekaligus gembira mengikuti setiap sesi, seolah-olah kita semua sedang berkumpul dalam satu ruangan besar berwarna kuning cerah khas Assemblr!

Bootcamp kali ini menjadi jembatan emas menuju program Assemblr Certified Trainer (ACT) Batch 2. Setelah sebelumnya sukses melahirkan ACE Level 4 di akhir 2025, kini 195 guru pilihan ini mendapatkan pembekalan intensif untuk mendalami fitur-fitur Assemblr EDU lebih advance, mulai dari pembuatan proyek AR/3D yang lebih kompleks, pemanfaatan marker dengan kreatif, hingga teknik mengintegrasikan media interaktif ke dalam LKPD dan pembelajaran sehari-hari. Semua materi disampaikan oleh mentor-mentor berpengalaman yang sudah teruji, sehingga para peserta benar-benar merasakan proses "level up" yang nyata dalam kompetensi teknologi pendidikannya.

Yang paling terlihat di layar Zoom adalah semangat belajar yang membara! Wajah-wajah guru yang tersenyum lebar, tangan yang sibuk mencatat, dan chat yang terus mengalir penuh pertanyaan cerdas—semuanya menunjukkan betapa hausnya para pendidik Indonesia akan inovasi pembelajaran. Ada yang dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Sumatra, hingga Bali—semua bersatu dalam satu tujuan: membawa pengalaman belajar berbasis Augmented Reality ke anak-anak didik mereka. Sungguh momen yang mengharukan sekaligus memotivasi!

Kini, 195 guru luar biasa ini sedang bersiap-siap untuk tahap selanjutnya: mengikuti Assemblr Certified Trainer (ACT) Batch 2! Bagi yang ingin turut serta meningkatkan level bersama, yuk segera daftarkan diri di batch selanjutnya. Informasi lengkap bisa dipantau terus di grup komunitas Bergema dan channel resmi Assemblr EDU. Kesempatan untuk menjadi trainer AR/3D bersertifikat nasional masih terbuka lebar!

Terima kasih kepada seluruh peserta Bootcamp ACE Level Up yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Kalian adalah pahlawan pendidikan masa kini yang akan membawa anak-anak Indonesia melangkah lebih jauh ke masa depan digital yang penuh kreativitas. Mari bersama-sama wujudkan pembelajaran yang seru, interaktif, dan bermakna lewat teknologi Assemblr EDU!

Ayo, guru Indonesia! Saatnya kita Level Up bersama!
See you di ACT Batch 2!

Flashcard Panduan Sholat

Flashcard Panduan Sholat ini dirancang khusus untuk membantu anak-anak mengenal dan memahami tata cara sholat dengan cara yang sederhana, visual, serta mudah dicerna oleh pikiran mereka yang masih berkembang. Produk edukasi ini hadir dalam bentuk set kartu kecil yang menarik, dengan desain ramah anak berwarna hijau dominan bernuansa islami, lengkap dengan ilustrasi karakter anak laki-laki lucu yang mengenakan pakaian muslim lengkap beserta peci putih. Setiap kartu menampilkan satu gerakan atau bagian penting dalam sholat, sehingga anak bisa belajar secara bertahap tanpa merasa kewalahan.

Yang membuat flashcard ini semakin istimewa adalah integrasi teknologi Augmented Reality (AR) melalui QR code yang tercetak di setiap kartu. Orang tua atau pendamping cukup mengarahkan kamera ponsel ke QR code tersebut, lalu muncul animasi 3D interaktif yang menunjukkan gerakan sholat secara hidup. Misalnya, saat memindai kartu "Duduk di Antara Dua Sujud", anak akan melihat karakter animasi duduk dengan posisi tubuh yang benar, lengkap dengan panduan visual tentang letak tangan, posisi kaki, hingga gerakan kepala. Teknologi ini membuat proses belajar tidak lagi hanya statis seperti membaca buku biasa, melainkan menjadi pengalaman interaktif yang menyenangkan dan lebih mudah diingat.

Selain gerakan tubuh, flashcard ini juga mencakup bacaan-bacaan penting dalam sholat, seperti niat sholat Dzuhur, takbiratul ihram, bacaan saat ruku', i'tidal, tasyahhud awal dan akhir, serta salam penutup. Setiap kartu dilengkapi teks bacaan singkat beserta arti sederhananya dalam bahasa yang mudah dipahami anak, sehingga mereka tidak hanya menghafal gerakan tapi juga memahami makna di balik setiap ucapan. Ilustrasi posisi tubuh yang benar ditampilkan dengan jelas, termasuk lingkaran kecil pembesaran pada bagian tangan atau kaki untuk menekankan detail yang sering keliru dilakukan anak-anak.

Dengan pendekatan visual dan teknologi AR ini, flashcard Panduan Sholat menjadi alat bantu yang efektif bagi orang tua, guru TPA, atau sekolah dasar Islam dalam mengajarkan sholat kepada anak usia dini hingga sekolah dasar. Belajar sholat tidak lagi terasa seperti kewajiban yang membosankan, melainkan petualangan seru bersama karakter imut yang menjadi "teman" mereka dalam menjalankan ibadah. Anak bisa berlatih kapan saja di rumah, mengulang gerakan berulang-ulang sambil melihat animasi yang muncul di layar ponsel, sehingga rasa percaya diri mereka dalam melaksanakan sholat lima waktu semakin meningkat.

Secara keseluruhan, flashcard ini bukan sekadar kartu bergambar biasa, melainkan media pembelajaran modern yang menggabungkan nilai agama dengan teknologi kekinian. Cocok dijadikan hadiah untuk anak yang baru belajar sholat, atau sebagai sarana penguatan hafalan di rumah. Dengan bermain sambil belajar, diharapkan generasi muda bisa tumbuh dengan kecintaan pada ibadah sholat sejak dini, menjadikan sholat sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Yuk, mulai ajak si kecil berkenalan dengan sholat melalui cara yang menyenangkan ini!

Minggu, 25 Januari 2026

Webinar Kolaborasi Bergema Inovasi Pembelajaran Interaktif Melalui PID RumDik dan Assemblr

Pada Minggu malam, 25 Januari 2026, Komunitas Bergema bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Komunitas WISE Pendidikan Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk "Pemanfaatan PID Media Pembelajaran Interaktif dengan RumDik dan Assemblr". Acara yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 21.30 WIB ini diikuti oleh ratusan guru, pendidik, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini menjadi wadah kolaborasi untuk membahas transformasi digital dalam pendidikan, khususnya bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membuat proses belajar mengajar lebih engaging dan efektif. Dipandu secara dinamis oleh Mas Anas, seorang Assemblr Certified Trainer, sesi ini tidak hanya menyajikan teori tapi juga demonstrasi praktis yang langsung bisa diterapkan di kelas.

Mas Anas, sebagai pemandu utama, membuka acara dengan memperkenalkan konsep Assemblr Edu Certified Trainer (AETC), program sertifikasi yang dirancang untuk membekali pendidik dengan keterampilan menciptakan konten 3D dan Augmented Reality (AR) tanpa memerlukan kemampuan coding yang rumit. Menurut informasi dari platform Assemblr Edu, AETC bertujuan untuk memberdayakan guru agar bisa mengintegrasikan teknologi AR ke dalam kurikulum, sehingga siswa dapat berinteraksi dengan objek virtual secara real-time. Dalam webinar ini, Mas Anas berbagi pengalaman pribadinya sebagai trainer bersertifikat, termasuk bagaimana Assemblr telah merevolusi pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas seperti Bergema dengan platform digital untuk mendukung visi pendidikan merdeka belajar.

Salah satu sorotan utama webinar adalah sesi dari narasumber Yefita Putri Zanti, S.Pd., seorang guru dari SMP Negeri 2 Ujan Mas. Bu Yefita membahas secara mendalam tentang Papan Interaktif Digital (PID), yang merupakan lompatan besar dari papan tulis konvensional ke media dinamis yang mendukung visualisasi konsep abstrak. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bagaimana PID, seperti interactive flat panel, memungkinkan guru mengubah kelas statis menjadi ruang interaktif dengan fitur laboratorium maya. Contohnya, siswa bisa melakukan simulasi percobaan sains tanpa bahan fisik, yang membuat pemahaman lebih cepat dan mendalam. Bu Yefita juga menunjukkan demonstrasi langsung, seperti mengintegrasikan QR code pada model kubus makanan untuk pelajaran gizi, yang menarik perhatian peserta.

Bu Yefita lebih lanjut menyoroti integrasi PID dengan Rumah Pendidikan Digital (RumDik), superaplikasi resmi dari Kemendikbud yang menyatukan berbagai layanan digital pendidikan dalam satu platform. RumDik, sebagai ruang kolaborasi bagi siswa, guru, dan orang tua, memudahkan akses ke materi interaktif tanpa harus beralih antar-aplikasi. Dalam konteks webinar, Bu Yefita menjelaskan bagaimana PID dapat dihubungkan dengan fitur RumDik untuk menciptakan rumah pendidikan digital yang inklusif, di mana guru bisa berbagi konten AR melalui Assemblr. Ini tidak hanya meningkatkan partisipasi siswa tapi juga membantu mengatasi keterbatasan sumber daya di daerah terpencil, seperti yang sering dihadapi oleh pendidik di Bali dan wilayah timur Indonesia.
Narasumber lain, seperti Neng Nani, S.Pd., turut memperkaya diskusi dengan berbagi praktik baik pemanfaatan media interaktif di tingkat sekolah dasar. Ia menekankan sinergi antara PID, RumDik, dan Assemblr untuk mendukung kurikulum merdeka, di mana siswa diajak berkolaborasi secara virtual. Webinar ini juga menyentuh isu tantangan, seperti akses internet yang belum merata, tapi Mas Anas menutup sesi dengan optimisme bahwa sertifikasi AETC bisa menjadi solusi untuk melatih lebih banyak guru menjadi agen perubahan digital.

Secara keseluruhan, webinar Kolaborasi Bergema ini berhasil menginspirasi para peserta untuk segera mengadopsi teknologi dalam pembelajaran. Dengan lebih dari 24 peserta aktif di Zoom dan live streaming, acara ini membuktikan bahwa pendidikan digital bukan lagi mimpi, tapi realitas yang bisa diwujudkan melalui kolaborasi. Bagi yang melewatkan, rekaman webinar tersedia di channel YouTube resmi Komunitas Bergema, dan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik di seluruh nusantara untuk terus berinovasi.

Sabtu, 24 Januari 2026

Assemblr Membuka Lowongan Community Development Officer Wujudkan Pendidikan Interaktif Bersama Guru Seluruh Indonesia

Assemblr, perusahaan teknologi inovatif asal Indonesia yang berfokus pada pengembangan AR (Augmented Reality), VR (Virtual Reality), dan metaverse, sedang membuka lowongan pekerjaan menarik untuk posisi Community Development Officer. Sebagai platform yang memungkinkan pengguna menciptakan pengalaman 3D/AR interaktif tanpa memerlukan keterampilan coding, Assemblr telah menjadi pilihan utama bagi pendidik, perusahaan, dan kreator di berbagai sektor. Khususnya melalui produk Assemblr EDU, perusahaan ini membantu guru dan siswa dalam membuat pelajaran interaktif yang lebih engaging. Lowongan ini datang di saat yang tepat bagi Anda yang passionate di bidang edukasi dan manajemen komunitas, terutama jika Anda berbasis di Indonesia seperti di Bandung yang menjadi nilai tambah.

Dalam peran Community Development Officer, Anda akan bertanggung jawab membangun dan menjaga hubungan kuat dengan komunitas guru, baik secara online maupun offline. Ini termasuk mengelola komunitas guru di platform seperti WhatsApp, Telegram, atau Discord. Anda juga akan berfungsi sebagai jembatan antara guru dengan tim internal Assemblr, seperti tim Produk, Marketing, dan Education. Selain itu, tugas meliputi mengorganisir aktivitas komunitas seperti webinar, sesi sharing, workshop, dan gathering guru. Anda diharapkan mengumpulkan feedback dari guru untuk mendukung peningkatan produk, mendidik mereka tentang fitur Assemblr EDU dan best practices, serta meningkatkan engagement komunitas jangka panjang untuk membangun loyalitas.

Assemblr mencari kandidat dengan pengalaman di manajemen komunitas, edukasi, customer success, atau partnerships. Kandidat ideal harus nyaman berkomunikasi dan membangun relasi dengan guru, sekolah, atau institusi pendidikan. Keterampilan komunikasi dan interpersonal yang kuat menjadi syarat utama, diikuti dengan sikap empati, proaktif, dan berorientasi solusi. Anda juga perlu terorganisir dengan baik untuk mengelola multiple komunitas, memiliki mindset analitis untuk monitoring dan evaluasi program, serta familiar dengan tools komunikasi digital seperti WhatsApp Groups, Zoom, atau Google Meet. Berbasis di Indonesia, khususnya Bandung, akan menjadi keuntungan tambahan.

Selain persyaratan utama, ada beberapa hal yang menjadi "nice to have" seperti pengalaman mengelola komunitas guru atau educator, latar belakang pendidikan atau pengalaman di sektor edukasi, serta kemampuan mengorganisir event edukasional. Ini akan membantu Anda berkontribusi lebih maksimal dalam mendukung misi Assemblr, yaitu mengubah imajinasi menjadi realitas melalui teknologi AR yang mudah diakses. Perusahaan telah bekerja sama dengan klien besar seperti Google, Bank Central Asia, dan WWF, menunjukkan potensi karir yang luas di sini.

Untuk melamar, cukup mudah: Scan QR code yang tersedia di poster lowongan atau kirim CV dan portfolio Anda via email ke career@assemblrworld.com. Proses ini dirancang sederhana agar Anda bisa fokus pada persiapan terbaik. Jangan lewatkan kesempatan ini jika Anda ingin bergabung dengan tim yang inovatif dan berkontribusi pada kemajuan edukasi di Indonesia. Segera apply dan jadilah bagian dari perubahan positif melalui teknologi!

Jumat, 23 Januari 2026

Kegiatan ACE dan ACT melalui Sesi Live SoreSoreBikinAR di Assemblr EDU

Hari ini, Jumat, 23 Januari 2026, Assemblr World menggelar sesi live menarik bertajuk "#SoreSoreBikinAR: Mengenal Komunitas ACE & ACT di Assemblr EDU". Acara yang disiarkan melalui Facebook, YouTube, TikTok, dan Instagram ini dimulai pukul 15.30 WIB dan berlangsung selama sekitar satu jam. Dipandu oleh dua host energik, sesi ini tidak hanya memperkenalkan dua komunitas utama di platform Assemblr EDU, yaitu ACE (Assemblr Certified Educator) dan ACT (Assemblr Certified Trainer), tetapi juga diwarnai dengan giveaway menarik berupa satu bulan langganan Assemblr EDU Single Plan gratis untuk peserta beruntung. Acara ini berhasil menarik perhatian ratusan guru, pendidik, dan penggemar teknologi pendidikan dari berbagai daerah, termasuk Bali, di mana banyak peserta bergabung secara virtual. Suasana live terasa hidup dengan interaksi di kolom chat, di mana peserta saling berbagi pengalaman menggunakan AR (Augmented Reality) dalam pembelajaran.

Dalam sesi ini, penjelasan mendalam diberikan tentang ACE, yang merupakan komunitas global bagi para pendidik yang telah tersertifikasi menggunakan Assemblr EDU. ACE dirancang untuk membantu guru mengembangkan keterampilan praktis dalam menciptakan pengalaman belajar interaktif berbasis 3D dan AR. Seperti yang dijelaskan oleh host, anggota ACE dapat terhubung dengan ribuan pendidik dari seluruh dunia, bertukar ide, dan mendapatkan akses eksklusif ke sumber daya pendidikan. Program ini memungkinkan guru untuk mendapatkan lisensi resmi, yang tidak hanya meningkatkan kredibilitas profesional mereka tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional. Saat ini, komunitas ACE telah mencapai lebih dari 10.000 anggota aktif, dan banyak di antaranya telah berhasil mengadakan webinar sendiri atau menciptakan konten AR inovatif untuk kelas. Host juga menekankan bagaimana ACE membantu guru mengatasi tantangan pembelajaran daring dengan membuat pelajaran lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

Sementara itu, fokus lain dari live ini adalah pengenalan ACT, atau Assemblr Certified Trainer, yang merupakan tingkatan lebih lanjut bagi pendidik yang ingin menjadi pelatih resmi Assemblr EDU. Berbeda dengan ACE yang lebih berorientasi pada komunitas pengguna, ACT melibatkan proses seleksi ketat untuk memastikan kualitas trainer. Host mempresentasikan alur seleksi ACT secara detail melalui infografis yang menarik, mulai dari pembukaan pendaftaran pada 31 Januari 2026, dilanjutkan dengan pre-test pada 9 Maret 2026, pelatihan tahap 1 pada 27 Maret 2026, hingga post-test akhir dan pengumuman pada 4 Mei 2026. Proses ini dirancang untuk membekali calon trainer dengan kemampuan mendalam dalam mengajar orang lain menggunakan platform Assemblr, termasuk desain AR kustom dan integrasi kurikulum. Bergabung dengan ACT tidak hanya memberikan sertifikasi tingkat lanjut tetapi juga kesempatan untuk menjadi bagian dari jaringan trainer global, yang bisa membuka pintu karir baru seperti menjadi pembicara di event pendidikan atau mitra resmi Assemblr.

Salah satu highlight menarik dari sesi live hari ini adalah demonstrasi berbagai alat bantu mengajar printable yang tersedia di Assemblr EDU. Host menunjukkan contoh-contoh seperti Flashcard Panduan Wudhu, Biografi Ungkapan Bahasa, Tata Cara Bersuci (Wudhu), Materi Translasi Titik, dan lainnya, yang bisa dicetak dan dikombinasikan dengan AR untuk pengalaman belajar yang lebih immersif. Ini menunjukkan bagaimana Assemblr EDU tidak hanya berfokus pada teknologi digital tapi juga mendukung integrasi dengan materi fisik di kelas. Peserta live diajak untuk mencoba sendiri melalui link yang dibagikan, dan banyak yang langsung memberikan feedback positif di chat, seperti "Sangat berguna untuk kelas saya!" atau "Ide bagus untuk siswa SD". Selain itu, sesi ini juga membahas manfaat bergabung dengan jaringan ACE dan ACT, seperti mendapatkan pengakuan dan reward, kolaborasi proyek, serta akses ke update eksklusif platform.

Tak ketinggalan, elemen giveaway menambah semangat acara. Peserta diminta untuk berpartisipasi aktif dengan menjawab pertanyaan seputar ACE dan ACT, atau sekadar meninggalkan komentar di kolom chat. Pemenang beruntung akan mendapatkan satu bulan langganan Assemblr EDU Single Plan, yang mencakup akses penuh ke ribuan aset 3D/AR, tools editing, dan fitur kolaborasi untuk satu pengguna. Host mengumumkan bahwa pemenang akan dihubungi melalui pesan pribadi, dan ini menjadi motivasi bagi banyak peserta untuk tetap engaged hingga akhir sesi. Secara keseluruhan, live ini berhasil menyampaikan pesan bahwa Assemblr EDU bukan hanya platform, tapi ekosistem yang mendukung pertumbuhan pendidik melalui komunitas seperti ACE dan ACT.

Bagi Anda yang melewatkan sesi live hari ini, jangan khawatir! Rekaman video tersedia di halaman Facebook Assemblr World, dan Anda bisa langsung mendaftar ke program ACE melalui situs ace.asblr.com. Sementara untuk ACT, pantau pengumuman pendaftaran yang akan dibuka akhir bulan ini. Acara seperti ini membuktikan bahwa teknologi AR bisa menjadi game-changer dalam pendidikan, terutama di era digital saat ini. Mari bergabung dan jadilah bagian dari revolusi pembelajaran interaktif bersama Assemblr EDU!

Flashcard Panduan Wudhu Alat Bantu Belajar Anak yang Menyenangkan dan Islami

Di era digital saat ini, mengajarkan ibadah kepada anak-anak bisa menjadi lebih mudah dan menarik dengan bantuan media visual yang ramah anak. Salah satu produk inovatif yang hadir untuk mendukung proses belajar agama Islam sejak dini adalah Flashcard Panduan Wudhu. Flashcard ini dirancang khusus untuk membantu anak-anak mengenal urutan wudhu beserta niatnya secara visual, sehingga proses menghafal menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Dengan ilustrasi karakter lucu berpakaian muslim yang menggemaskan, anak bisa melihat langsung setiap langkah wudhu dalam bentuk animasi 3D yang muncul saat memindai QR code menggunakan ponsel.

Flashcard ini sangat cocok digunakan untuk belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) baik di rumah bersama orang tua maupun di sekolah bersama guru. Desainnya yang berwarna cerah, motif Islami elegan seperti pola masjid dan kaligrafi sederhana, serta ukuran kartu yang pas di tangan anak membuatnya mudah dibawa dan dipelajari kapan saja. Setiap kartu menampilkan satu tahapan wudhu lengkap dengan gambar chibi anak kecil yang sedang berwudhu, disertai QR code yang menghubungkan ke animasi augmented reality (AR). Ketika discan, anak akan melihat karakter tersebut "hidup" dan melakukan gerakan wudhu secara bertahap, sehingga mereka bisa meniru langsung dengan benar.

Urutan wudhu yang diajarkan dalam flashcard ini mengikuti tata cara sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW, mulai dari niat hingga tahap terakhir. Anak belajar bahwa wudhu dimulai dengan membaca Bismillah dan niat dalam hati: Nawaitul wudhu’a li raf’il hadatsil ashghari fardhan lillahi ta’ala (Artinya: Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardhu karena Allah Ta’ala). Selanjutnya, membasuh kedua telapak tangan tiga kali, berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung, membasuh wajah, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap kepala, membersihkan telinga, dan terakhir membasuh kedua kaki hingga mata kaki. Setiap langkah disertai penjelasan sederhana dan doa sunnah yang mudah dihafal, seperti doa setelah wudhu untuk memohon ampunan dan menjadi termasuk orang-orang yang bersuci.

Keunggulan utama dari Flashcard Panduan Wudhu ini adalah pendekatan visual dan interaktif yang membuat anak lebih antusias belajar. Banyak orang tua dan guru yang mengeluhkan kesulitan mengajarkan wudhu karena anak mudah bosan dengan metode ceramah atau buku teks biasa. Dengan flashcard ini, belajar menjadi seperti bermain game edukasi—scan QR, lihat animasi, tiru gerakan, dan hafal urutannya. Hal ini sangat membantu anak usia dini (pra-sekolah hingga SD awal) untuk memahami konsep bersuci sebelum shalat, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersihan dan ketaatan sejak kecil.

Selain itu, flashcard ini juga mendukung pembelajaran Islami yang lengkap dan autentik. Semua konten disusun berdasarkan rujukan fiqih yang benar, sehingga orang tua tidak perlu khawatir tentang keakuratan ajaran. Produk ini cocok sebagai hadiah untuk anak yang baru belajar shalat, atau sebagai materi tambahan di TPA/TPQ. Dengan penggunaan rutin, anak tidak hanya hafal urutan wudhu, tapi juga paham makna dan pentingnya wudhu sebagai syarat sah ibadah.

Jika Anda sedang mencari alat bantu belajar PAI yang efektif, menarik, dan Islami untuk anak, Flashcard Panduan Wudhu bisa menjadi pilihan tepat. Mari dukung generasi muda untuk mencintai ibadah sejak dini melalui media yang ramah anak!

Kamis, 22 Januari 2026

Eksplorasi Ungkapan Bahasa Petualangan Seru Mengenal Kata-Kata Ajaib dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia kaya akan ungkapan atau peribahasa yang membuat komunikasi menjadi lebih hidup, ekspresif, dan penuh makna. Ungkapan seperti “buah tangan”, “tinggi hati”, “anak emas”, “kutu buku”, atau “naik daun” bukan sekadar gabungan kata biasa, melainkan memiliki arti baru yang berbeda dari makna harfiahnya. LKPD interaktif bertema “Eksplorasi Ungkapan Bahasa” dari ASSEMBLR|EDU ini hadir untuk mengajak siswa SD menyelami keindahan ungkapan-ungkapan tersebut. Melalui aktivitas yang menyenangkan, siswa diajak mengenali bahwa kata-kata bisa “berubah makna” ketika digabungkan, sehingga memperkaya kosakata dan kemampuan berbahasa mereka secara kreatif serta kontekstual.

Lembar kerja ini terdiri dari dua aktivitas utama yang saling melengkapi. Pertama, aktivitas gunting-tempel kartu ungkapan. Siswa diminta memotong kartu-kartu kecil yang berisi ungkapan (seperti “Sombong atau angkuh”, “Oleh-oleh dari bepergian”, “Mendapat popularitas cepat”, “Sangat gemar membaca buku”, dan “Anak yang sangat dicintai”) lalu menempelkannya di bawah deskripsi yang paling tepat. Misalnya, “Buah tangan” ditempel di bawah “Oleh-oleh atau barang yang dibawa dari bepergian”, sedangkan “Kutu buku” ditempel di bawah “Seseorang yang sangat gemar membaca buku”. Aktivitas ini melatih pemahaman makna kiasan, ketelitian, dan kemampuan mengaitkan konteks dengan ungkapan yang sesuai, sekaligus menjadi latihan motorik halus yang menyenangkan bagi anak-anak.

Aktivitas kedua adalah melengkapi kalimat rumpang dalam cerita pendek “Si Kancil dan Pohon Belimbing Emas”. Siswa membaca cerita secara cermat, lalu mengisi kekosongan dengan ungkapan yang tepat, seperti “tinggi hati”, “buah tangan”, “naik daun”, “kutu buku”, atau “anak emas”. Cerita ini sengaja dipilih karena mengandung konflik yang relatable—Kancil yang cerdik tapi akhirnya “terjebak” karena kesombongannya—sehingga siswa bisa melihat bagaimana ungkapan digunakan secara alami dalam narasi. Dengan mengisi rumpang seperti “Kancil menjadi ___” atau “Pak Tani memasang perangkap karena Kancil yang ___”, anak-anak belajar menerapkan ungkapan dalam kalimat yang bermakna, bukan sekadar menghafal.

Keistimewaan LKPD ini terletak pada integrasi teknologi 3D dan Augmented Reality (AR) yang membuat pembelajaran semakin interaktif. Siswa dapat memindai kode QR untuk menghidupkan model 3D karakter lucu yang “menggantung” ungkapan-ungkapan di pohon, meja, atau sekitar ruangan virtual. Contohnya, “Tinggi hati” muncul dengan hati merah di atas pohon, “Buah tangan” tergantung di pohon buah, “Kutu buku” duduk di tumpukan buku, dan “Naik daun” naik tangga daun. Elemen AR ini tidak hanya menghibur, tapi juga membantu siswa mengingat makna ungkapan melalui visual dan gerakan yang dinamis. Anak-anak bisa berinteraksi dengan objek virtual, mendengar penjelasan singkat, atau bahkan mengatur posisi objek sesuai keinginan, sehingga belajar terasa seperti bermain game edukatif.

Bagi guru dan orang tua, LKPD ini sangat fleksibel untuk digunakan di kelas maupun di rumah. Aktivitas gunting-tempel cocok untuk pembelajaran tatap muka yang melibatkan kerja kelompok, sementara bagian AR dapat dikerjakan secara mandiri dengan bantuan smartphone atau tablet. Desain lembar kerja yang cerah dengan warna pastel, ilustrasi kartun menggemaskan, dan ruang pengisian nama-kelas-sekolah membuat anak merasa terlibat secara personal. Selain itu, cerita Si Kancil yang klasik namun dikemas modern membantu menghubungkan nilai moral (seperti rendah hati dan tanggung jawab) dengan penguasaan bahasa.

Secara keseluruhan, “Eksplorasi Ungkapan Bahasa” bukan hanya lembar kerja biasa, melainkan pintu gerbang menyenangkan bagi siswa untuk mencintai kekayaan bahasa Indonesia. Dengan menggabungkan aktivitas manual (gunting-tempel), pemahaman konteks (melengkapi cerita), dan teknologi AR interaktif, LKPD ini membantu anak-anak mengenali, memahami, dan menerapkan ungkapan dengan tepat serta percaya diri. Ajak anak-anak mencoba sekarang—siapa tahu, dari sini mereka akan semakin jago bercerita, menulis, dan berbicara menggunakan ungkapan-ungkapan indah yang penuh makna! Unduh LKPD ini dan mulailah petualangan bahasa yang penuh keajaiban hari ini.

Tata Cara Bersuci atau Wudhu Belajar dengan Teknologi AR yang Menyenangkan untuk Anak Kelas 1 SD

Pada akhir Fase A Kurikulum Merdeka, siswa kelas 1 SD diharapkan mulai memahami konsep dasar ibadah dalam agama Islam, termasuk tata cara bersuci atau wudhu. Wudhu adalah proses membersihkan diri secara khusus dengan membasuh anggota tubuh tertentu menggunakan air, sebagai syarat utama untuk melaksanakan shalat. Pengertian sederhana wudhu bagi anak-anak adalah "membersihkan diri agar siap shalat dan lebih dekat dengan Allah". LKPD interaktif bertema "Tata Cara Bersuci (Wudhu)" dari ASSEMBLR|EDU ini hadir untuk membantu anak-anak memahami pengertian wudhu, urutan langkah-langkahnya, serta ketertiban dalam melakukannya. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan visual, anak-anak tidak hanya menghafal, tapi benar-benar "melihat" dan "merasakan" proses wudhu melalui teknologi Augmented Reality (AR) dan elemen 3D.

LKPD ini dirancang khusus untuk siswa kelas 1 SD, dengan fokus pada pemahaman dasar: apa itu wudhu, mengapa harus berwudhu, dan bagaimana urutannya yang benar. Media 3D/AR menjadi bintang utama di sini—siswa cukup memindai kode QR pada lembar kerja untuk menghidupkan model animasi anak kecil yang sedang berwudhu. Mereka bisa melihat langkah demi langkah secara jelas, seperti membasuh tangan, berkumur, mencuci muka, mengusap kepala, hingga membasuh kaki, lengkap dengan gerakan yang tepat dan doa-doa sederhana. Teknologi ini membuat pembelajaran lebih hidup: anak bisa mengatur ukuran objek, orientasi (horizontal/vertikal), dan bahkan mendengar suara penjelasan atau doa, sehingga konsep abstrak menjadi konkret dan mudah diingat. Ini sangat membantu anak usia dini yang lebih mudah belajar melalui visual dan interaksi daripada teks panjang.

Setelah menikmati pengalaman AR, aktivitas utama di LKPD adalah mencocokkan urutan wudhu. Siswa diminta menandai atau menghubungkan gambar-gambar langkah wudhu dengan nomor urutannya yang benar, seperti:

  1. Membaca niat dan basmalah,
  2. Membasuh kedua telapak tangan,
  3. Berkumur-kumur dan membersihkan hidung (istinsyaq),
  4. Membasuh wajah,
  5. Membasuh kedua tangan hingga siku,
  6. Mengusap kepala,
  7. Membasuh kedua telinga,
  8. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.

Aktivitas ini dilengkapi checklist sederhana dengan ikon centang, sehingga anak bisa mengecek sendiri apakah urutannya sudah tepat. Pendekatan mencocokkan ini memperkuat pemahaman tentang ketertiban (tartib) dalam wudhu—jika urutan salah, wudhu bisa tidak sah. Ilustrasi kartun anak berjubah putih dan peci yang lucu membuat anak merasa dekat dan termotivasi, seolah-olah mereka sedang belajar bersama teman sebaya.

Keunggulan LKPD ini terletak pada integrasi teknologi AR yang mudah diakses hanya dengan smartphone atau tablet, tanpa perlu perangkat mahal. Guru atau orang tua bisa mendampingi anak di rumah atau kelas, sambil berdiskusi tentang pentingnya wudhu dalam kehidupan sehari-hari, seperti sebelum shalat, membaca Al-Qur'an, atau menjaga kebersihan. Desain lembar kerja yang cerah dengan elemen masjid, air mengalir, dan karakter animasi membuat proses belajar terasa seperti permainan edukatif, bukan pelajaran berat. Bagian pengaturan AR juga memungkinkan penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan anak, seperti memperbesar objek atau mengubah orientasi tampilan.

Secara keseluruhan, "Memahami Tata Cara Bersuci (Wudhu)" dengan teknologi AR ini menjadi alat pembelajaran inovatif yang sesuai untuk anak kelas 1 SD di akhir Fase A. LKPD membantu membangun fondasi ibadah yang kuat sejak dini, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap agama melalui cara yang menyenangkan dan interaktif. Ajak anak-anak Anda mencoba sekarang—scan QR code, aktifkan AR, dan saksikan bagaimana wudhu menjadi petualangan bersih dan indah menuju shalat yang sempurna! Unduh LKPD ini dan jadikan belajar agama lebih seru bagi generasi muda

Materi Translasi Titik Yuk Pelajari Cara Menentukan Titik Hasil Translasi dengan Seru!

Transformasi geometri merupakan salah satu materi menarik di matematika SMP, khususnya untuk siswa kelas 8 atau 9, di mana siswa mulai memahami bagaimana bentuk dan titik-titik berubah posisi tanpa mengubah ukuran atau bentuknya. Salah satu jenis transformasi yang paling sederhana dan mendasar adalah translasi atau pergeseran. Translasi adalah perpindahan suatu titik atau bangun datar sejauh dan ke arah tertentu dalam garis lurus pada bidang koordinat Cartesius. Materi ini membantu siswa mengembangkan kemampuan spasial, visualisasi, dan pemahaman koordinat, yang sangat berguna tidak hanya di pelajaran matematika tapi juga dalam kehidupan sehari-hari seperti navigasi atau desain grafis.

LKPD bertema "Materi Translasi Titik" dari ASSEMBLR|EDU dirancang khusus untuk mengajarkan bagaimana cara menentukan titik hasil suatu translasi secara praktis dan interaktif. Dalam lembar kerja ini, siswa diajak langsung menggambar hasil translasi titik-titik berbeda menggunakan pensil warna pada grid koordinat yang disediakan. Setiap soal memberikan titik awal beserta vektor translasi (dalam bentuk matriks kolom seperti [a b] atau [a, b]), dan siswa harus menghitung serta menggambarkan posisi titik bayangan (titik hasil). Rumus dasar yang digunakan sangat mudah: jika titik P(x, y) ditranslasikan oleh vektor (a, b), maka titik bayangan P'(x', y') = (x + a, y + b). Pendekatan ini membuat siswa tidak hanya menghafal rumus, tapi benar-benar memahami konsep pergeseran melalui aktivitas menggambar.

Aktivitas utama dalam LKPD ini berfokus pada latihan menggambar titik hasil translasi untuk beberapa titik berbeda. Misalnya, siswa diminta menggambar hasil translasi titik A(3,4) oleh [2 1], titik B(5,6) oleh [7 -1], hingga titik E(-7,-4) oleh [7 4]. Grid koordinat yang luas memungkinkan siswa melihat perubahan posisi secara visual, seperti bagaimana titik bergeser ke kanan (a positif), ke kiri (a negatif), ke atas (b positif), atau ke bawah (b negatif). Beberapa titik sudah diberi contoh atau petunjuk panah warna-warni untuk membantu pemahaman, sehingga siswa bisa membandingkan posisi awal dan akhir. Selain itu, ada elemen interaktif seperti model 3D dan AR di bagian pengantar, di mana siswa bisa memindai kode untuk melihat animasi pergeseran titik secara virtual, membuat pembelajaran lebih hidup dan menyenangkan.

Keunggulan LKPD ini terletak pada pendekatan hands-on yang menggabungkan teori dengan praktik langsung. Siswa tidak hanya menghitung koordinat secara matematis, tapi juga menggambar sendiri hasilnya, sehingga lebih mudah mengingat bahwa translasi mempertahankan jarak dan bentuk (sifat kongruen). Aktivitas ini juga melatih ketelitian, karena kesalahan kecil dalam penjumlahan koordinat akan terlihat jelas pada gambar. Bagi guru, LKPD ini cocok digunakan sebagai tugas individu, kelompok, atau evaluasi formatif di kelas, sementara siswa bisa mengerjakannya di rumah dengan mudah karena instruksi yang jelas dan desain yang menarik dengan elemen pohon, warna cerah, serta ilustrasi pensil warna.

Secara keseluruhan, "Yuk, Belajar Materi Translasi Titik" menjadi pintu masuk yang sempurna bagi siswa untuk memahami konsep dasar transformasi geometri. Dengan fokus utama pada cara menentukan titik hasil translasi melalui perhitungan sederhana dan visualisasi, LKPD ini membantu membangun rasa percaya diri dalam matematika. Ajak anak-anak mencoba lembar kerja ini sekarang—siapa tahu, dari menggambar titik-titik yang bergeser ini, mereka akan semakin mencintai keindahan geometri! Unduh LKPD interaktifnya hari ini dan mulailah petualangan belajar yang penuh warna.

Mengenal Organ Organ Pencernaan Manusia Petualangan Seru Memahami Tubuh Kita

Pembelajaran biologi tentang sistem pencernaan manusia sering kali menjadi salah satu topik yang paling menarik bagi siswa kelas 8 SMP, terutama di semester ganjil. Melalui LKPD interaktif bertema "Yuk, Mengenal Organ-Organ Pencernaan Manusia" dari ASSEMBLR|EDU, anak-anak diajak untuk menjelajahi bagaimana makanan yang kita makan setiap hari diolah oleh tubuh menjadi energi dan nutrisi yang dibutuhkan. LKPD ini dirancang khusus sebagai lembar kerja 3D dan AR (Augmented Reality) interaktif, sehingga tidak hanya membaca teori, tapi siswa bisa "melihat" dan "merasakan" organ-organ pencernaan secara virtual. Dengan pendekatan hands-on ini, konsep yang sebelumnya terasa abstrak menjadi lebih hidup dan mudah dipahami, sesuai dengan kurikulum IPA kelas 8 yang menekankan pemahaman proses tubuh manusia secara holistik.

LKPD ini menawarkan tiga aktivitas belajar utama yang saling melengkapi untuk memperkuat pemahaman siswa. Pertama, mencari nama organ dengan QR marker: Siswa diminta memindai kode QR yang tersedia di lembar kerja untuk menghidupkan model sistem pencernaan manusia dalam bentuk 3D. Setelah model muncul di layar ponsel atau tablet, mereka harus melengkapi label nama organ-organ seperti mulut, kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus, usus besar, hati, pankreas, kandung empedu, dan anus pada gambar diagram yang disediakan. Aktivitas ini membantu siswa mengenali bentuk dan posisi setiap organ secara visual, sekaligus melatih ketelitian dalam mengidentifikasi bagian tubuh.

Aktivitas kedua adalah menjodohkan organ dengan fungsinya masing-masing, yang menjadi bagian paling menyenangkan sekaligus mendalam. Siswa menghubungkan deskripsi fungsi dengan gambar organ yang sesuai melalui garis penghubung. Misalnya, menghubungkan "Menghasilkan enzim dan hormon, mengirimkannya ke usus halus" dengan pankreas, atau "Menyerap kembali air dan elektrolit, membentuk feses sementara" dengan usus besar. Fungsi-fungsi ini mencakup proses penting seperti: mulut untuk memulai pencernaan mekanik dan kimiawi, kerongkongan untuk menyalurkan makanan melalui gerakan peristaltik, lambung untuk mencerna protein dengan asam lambung, usus halus sebagai tempat utama penyerapan nutrisi, hati untuk memproduksi empedu, kandung empedu untuk menyimpan empedu, dan anus sebagai tempat keluarnya sisa makanan. Melalui aktivitas ini, siswa tidak hanya menghafal, tapi benar-benar memahami bagaimana organ-organ bekerja sama dalam sistem pencernaan.

Aktivitas ketiga yang tak kalah seru adalah mencari kata tersembunyi di kotak teka-teki (word search). Dalam grid huruf yang disediakan, siswa harus menemukan nama-nama organ pencernaan dan istilah terkait seperti peristaltik, empedu, enzim, kimus, atau sfingter. Teka-teki ini melatih konsentrasi, memperkaya kosakata biologi, dan memperkuat ingatan visual terhadap istilah-istilah kunci. Kombinasi tiga aktivitas ini—QR scanning untuk visualisasi 3D, matching fungsi untuk pemahaman konseptual, dan word search untuk penguatan hafalan—membuat LKPD ini sangat komprehensif dan sesuai untuk pembelajaran mandiri maupun kelompok di kelas.

Bagi guru dan orang tua, LKPD ini menjadi alat bantu yang sangat fleksibel dan modern. Siswa bisa mengerjakannya di rumah dengan perangkat smartphone, sementara di sekolah guru dapat memfasilitasi diskusi tentang pentingnya menjaga kesehatan pencernaan melalui pola makan sehat, seperti mengonsumsi serat tinggi untuk membantu usus besar bekerja optimal. Tema yang ceria dengan ilustrasi anak berpakaian seragam, pensil warna, dan elemen motivasi seperti bintang serta lampu ide membuat anak-anak termotivasi untuk belajar. Selain itu, bagian pengisian nama, kelas, dan mata pelajaran di awal lembar kerja memberikan sentuhan personal, sehingga siswa merasa memiliki proses belajar mereka sendiri.

Secara keseluruhan, "Yuk, Mengenal Organ-Organ Pencernaan Manusia" bukan sekadar lembar kerja biasa, melainkan pengalaman belajar interaktif yang menggabungkan teknologi AR dengan konten edukatif berkualitas. LKPD ini membantu siswa kelas 8 memahami bahwa tubuh manusia adalah mesin luar biasa yang bekerja secara harmonis setiap hari. Ajak anak-anak Anda mencoba LKPD ini sekarang—siapa tahu, dari sini muncul calon ilmuwan atau dokter masa depan yang terinspirasi oleh keajaiban sistem pencernaan! Unduh, cetak, dan mulailah petualangan sains yang menyenangkan hari ini.

Mari Belajar Golongan Halogen Petualangan Kimia yang Seru untuk Anak-Anak

Di dunia pendidikan yang semakin inovatif, memperkenalkan konsep kimia kepada anak-anak bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan mendidik. Tema "Mari Belajar Golongan Halogen" hadir sebagai solusi kreatif untuk membawa siswa menjelajahi kelompok unsur kimia yang unik ini. Golongan halogen, yang terdiri dari fluorin (F), klorin (Cl), bromin (Br), iodin (I), dan astatin (At), dikenal sebagai unsur-unsur yang sangat reaktif dan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini, anak-anak diajak untuk tidak hanya menghafal fakta, tapi juga memahami esensi dari setiap unsur dengan cara yang interaktif. Desain LKPD yang menarik, dengan latar belakang luar angkasa yang penuh bintang, membuat pembelajaran terasa seperti petualangan kosmik, di mana halogen menjadi "bintang" utamanya.

LKPD "Mari Belajar Golongan Halogen" dirancang khusus untuk membantu anak-anak mengeksplorasi materi golongan halogen dengan mengidentifikasi dan menjelaskan nomor atom serta massa atom dari masing-masing unsur. Misalnya, fluorin memiliki nomor atom 9 dan massa atom sekitar 19, sementara klorin dengan nomor atom 17 memiliki massa atom 35,5. Aktivitas utama dalam lembar kerja ini termasuk teka-teki pencarian kata, di mana siswa harus menemukan nama-nama unsur halogen yang tersembunyi dalam grid huruf. Ini tidak hanya melatih kemampuan observasi dan kosakata, tapi juga memperkuat pemahaman tentang simbol kimia seperti :F: untuk fluorin atau :Br: untuk bromin. Selain itu, ada elemen visual seperti gambar botol Cl (klorin) dan struktur atom sederhana, yang membuat konsep abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dicerna oleh anak usia sekolah dasar atau menengah pertama.

Salah satu keunggulan LKPD ini adalah integrasi antara teori dan penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak akan belajar bagaimana halogen digunakan di sekitar kita, seperti fluorin dalam pasta gigi untuk mencegah kerusakan gigi, klorin sebagai desinfektan air minum, atau iodin dalam garam beryodium untuk mencegah penyakit gondok. Bagian interaktif seperti pemindaian QR code memungkinkan akses ke konten 3D dan AR (Augmented Reality), di mana siswa bisa melihat model atom halogen secara virtual melalui ponsel. Hal ini mendorong pembelajaran mandiri dan kolaboratif, di mana anak-anak bisa berdiskusi tentang bagaimana bromin digunakan dalam obat-obatan atau astatin dalam penelitian medis. Dengan demikian, LKPD tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tapi juga membangun rasa ingin tahu terhadap sains.

Untuk guru dan orang tua, LKPD ini menjadi alat bantu yang fleksibel untuk diterapkan di kelas atau di rumah. Mulai dari mengisi nama, kelas, dan sekolah di bagian awal, siswa diajak untuk personalisasi pengalaman belajar mereka. Aktivitas seperti menggambar atau menjelaskan penerapan halogen dalam kehidupan nyata bisa dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan eksperimen sederhana seperti mencampur garam iodin dengan pati untuk melihat reaksi warna. Tema luar angkasa yang digunakan dalam desain LKPD juga bisa dikaitkan dengan fakta menarik, seperti bagaimana halogen terkait dengan kimia atmosfer Bumi atau bahkan eksplorasi luar angkasa. Ini membuat pembelajaran kimia tidak lagi terasa membosankan, melainkan penuh inspirasi dan relevansi dengan dunia modern.

Akhirnya, "Mari Belajar Golongan Halogen" bukan sekadar lembar kerja, tapi pintu gerbang menuju pemahaman yang lebih dalam tentang ilmu kimia. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, LKPD ini membantu anak-anak membangun fondasi pengetahuan yang kuat, sambil menumbuhkan minat terhadap sains. Bagi pendidik, ini adalah kesempatan untuk mengintegrasikan teknologi AR ke dalam kurikulum, membuat kelas lebih dinamis. Unduh atau cetak LKPD ini sekarang, dan saksikan bagaimana anak-anak Anda terpesona oleh keajaiban golongan halogen!

Rabu, 21 Januari 2026

Mau Pakai Alat Peraga 3D AR Interaktif di Kelas ?

Di era pendidikan digital saat ini, inovasi teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan 3D interaktif semakin menjadi pilihan utama untuk membuat proses belajar mengajar lebih menarik dan efektif. Salah satu platform yang menonjol adalah Assemblr EDU, yang dirancang khusus untuk guru, orang tua, dan siswa agar dapat menciptakan pengalaman belajar yang imersif dan menyenangkan. Melalui situs edu.assemblrworld.com/edukits, pengguna dapat mengakses ribuan alat peraga digital dalam bentuk 3D dan AR yang siap pakai, dikategorikan berdasarkan mata pelajaran dan tingkat kelas dari K-12. Ini bukan sekadar visual statis, melainkan objek interaktif yang bisa dieksplorasi siswa secara langsung, seperti model anatomi tubuh manusia atau simulasi sistem pencernaan, yang membuat konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami.

Assemblr EDU menawarkan fitur-fitur unggulan yang memudahkan pendidik dalam mempersiapkan materi ajar. Misalnya, Edu Kits yang berupa alat peraga digital 3D, dapat digunakan untuk presentasi di depan kelas atau aktivitas belajar mandiri. Platform ini mendukung berbagai mata pelajaran, termasuk sains, matematika, sosial, literasi, olahraga, dan bahkan barisan aritmatika, dengan contoh-contoh seperti model pohon untuk lingkungan, rangkaian listrik dasar, atau perangkat komponen elektronik. Guru bisa mengintegrasikannya dengan slide interaktif atau mode AR, di mana siswa dapat memindai objek menggunakan perangkat mobile untuk melihatnya dalam dunia nyata. Keuntungan utamanya adalah meningkatkan keterlibatan siswa, visualisasi konsep kompleks, dan interaktivitas yang membuat pelajaran tidak lagi membosankan.

Bagi guru di Indonesia, Assemblr EDU semakin relevan karena kemitraannya dengan platform Belajar.id dari Kementerian Pendidikan. Pengguna akun Belajar.id kini bisa mengakses manfaat tambahan, seperti domain baru yang memenuhi syarat untuk fitur premium. Platform ini juga menyediakan lebih dari 10.000 konten AR, termasuk simulasi, model 3D interaktif, dan aktivitas coding sederhana melalui drag-and-drop. Ini membantu mengurangi waktu persiapan guru, sehingga mereka bisa fokus pada eksekusi pelajaran. Siswa pun mendapat pengalaman belajar yang menyenangkan, di mana mereka bisa berkolaborasi dalam proyek virtual, membangun imajinasi, dan memahami materi secara mendalam melalui pendekatan play-and-learn.

Untuk memulai menggunakan Assemblr EDU, prosesnya cukup sederhana. Pengguna bisa mengunduh aplikasi dari App Store atau Play Store, kemudian mendaftar dan menjelajahi Edu Kits secara gratis untuk versi dasar. Bagi yang membutuhkan akses penuh, tersedia paket berlangganan yang disesuaikan dengan negara, seperti di Indonesia atau Amerika Serikat. Selain itu, platform ini memiliki komunitas aktif, seperti Assemblr Certified Educators (ACE) untuk guru bersertifikat, Assemblr Student Club (ASC) untuk siswa, dan program distributor untuk penyebaran lebih luas. Ini memungkinkan pengguna berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari tim Assemblr melalui email atau telepon.

Secara keseluruhan, Assemblr EDU bukan hanya alat bantu mengajar, melainkan solusi transformasi pendidikan yang menggabungkan teknologi AR dengan kurikulum sehari-hari. Di tengah tantangan pendidikan pasca-pandemi, platform ini telah mengubah ribuan kelas menjadi "playground virtual" di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dengan terus berkembangnya fitur seperti pembaruan domain Belajar.id, Assemblr EDU siap menjadi mitra utama bagi pendidik yang ingin membuat pembelajaran lebih interaktif dan berkesan. Jika Anda seorang guru atau orang tua, cobalah sekarang untuk melihat bagaimana AR bisa merevolusi cara anak-anak belajar.

Mengenal Alat Laboratorium Kimia dan Fungsinya Panduan Aman untuk Peserta Didik

Di dunia pendidikan kimia, laboratorium menjadi ruang ajaib di mana teori bertemu dengan praktik nyata. Mengenal alat laboratorium kimia dan fungsinya bukan hanya sekadar hafalan, tetapi merupakan fondasi utama bagi peserta didik untuk memahami ilmu pengetahuan secara mendalam. Bayangkan, tanpa pemahaman yang tepat tentang alat-alat ini, eksperimen bisa berubah menjadi kekacauan yang berbahaya. Oleh karena itu, pembelajaran ini dirancang untuk membekali siswa dengan pengetahuan esensial, mulai dari identifikasi alat hingga penggunaan yang aman. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya belajar tentang kimia, tetapi juga tentang tanggung jawab dan disiplin dalam bekerja.
Mari kita mulai dengan mengidentifikasi beberapa alat dasar di laboratorium kimia. Pembakar Bunsen, misalnya, adalah alat yang digunakan untuk memanaskan zat kimia atau larutan. Fungsinya utama adalah menghasilkan api yang stabil dan dapat diatur, sehingga cocok untuk sterilisasi atau pemanasan tabung reaksi. Selanjutnya, tabung reaksi berfungsi sebagai wadah untuk mencampur bahan kimia dalam jumlah kecil, memungkinkan pengamatan reaksi seperti perubahan warna atau pembentukan endapan. Beaker, yang bentuknya seperti gelas tinggi dengan skala ukur, ideal untuk mengukur dan mencampur larutan dalam volume lebih besar. Sementara itu, buret digunakan untuk titrasi, di mana alat ini memungkinkan penetesan larutan secara presisi untuk menentukan konsentrasi zat. Setiap alat ini memiliki desain khusus yang mendukung fungsi tertentu, dan peserta didik harus mampu membedakannya agar tidak salah pakai.
Penggunaan alat laboratorium kimia secara tepat dan aman adalah kunci untuk menghindari kecelakaan. Sebelum memulai praktikum, siswa harus selalu memeriksa kondisi alat, seperti memastikan tidak ada retak pada gelas atau kebocoran pada pipa gas pembakar. Saat menggunakan pembakar Bunsen, gunakan kacamata pengaman dan jaga jarak aman dari bahan mudah terbakar. Untuk tabung reaksi, pegang dengan penjepit khusus agar tidak panas menyentuh tangan. Peserta didik juga perlu memahami prosedur darurat, seperti menggunakan shower keselamatan jika terkena bahan kimia berbahaya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan akurasi hasil eksperimen, tetapi juga membangun kebiasaan kerja yang profesional sejak dini.

Selain pengetahuan teknis, sikap disiplin dan keselamatan kerja selama praktikum menjadi aspek yang tak kalah penting. Peserta didik diajarkan untuk selalu mengikuti instruksi guru, seperti membersihkan alat setelah digunakan dan menyimpannya di tempat yang benar. Disiplin ini mencakup hal sederhana seperti tidak makan atau minum di lab, serta melaporkan segala kerusakan alat segera. Keselamatan kerja juga melibatkan kerjasama tim, di mana setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas peranannya. Dengan menunjukkan sikap ini, siswa tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga rekan-rekannya, menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan bebas risiko.

Akhirnya, mengenal alat laboratorium kimia dan fungsinya membuka pintu bagi peserta didik untuk mengeksplorasi dunia sains dengan percaya diri. Melalui pemahaman yang mendalam, mereka dapat melakukan praktikum dengan efisien, mengidentifikasi fungsi alat secara akurat, dan menerapkan prinsip keselamatan secara konsisten. Ini bukan hanya tentang nilai akademik, tapi tentang membentuk generasi ilmuwan muda yang bertanggung jawab. Bagi para pendidik dan orang tua, dukunglah anak-anak dalam proses ini, karena pengetahuan ini akan menjadi bekal berharga di masa depan. Mari kita terus dorong semangat belajar kimia yang aman dan menyenangkan!