Jumat, 09 Januari 2026

Perangkat Pembelajaran PAI BP Kelas 1 - 6 Kurikulum Merdeka (Nasional) Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Perangkat Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) Kelas 1–6 ini disusun secara komprehensif dan sistematis berdasarkan Kurikulum Merdeka/Nasional yang berlaku. Seluruh perangkat dirancang untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran yang bermakna, terarah, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Dengan mengintegrasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), perangkat ini mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu merefleksikan, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam paket perangkat pembelajaran ini telah tersedia Capaian Pembelajaran (CP) terbaru yang selaras dengan kebijakan kurikulum terkini. CP tersebut kemudian diturunkan secara runtut ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sehingga guru memiliki panduan yang jelas dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Struktur ini membantu memastikan ketercapaian kompetensi peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan dari kelas 1 hingga kelas 6.

Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Prosem) yang disusun secara realistis dan aplikatif. Prota dan Prosem memudahkan guru dalam mengatur alokasi waktu pembelajaran selama satu tahun ajaran dan satu semester, sehingga pembelajaran PAI BP dapat terlaksana secara efektif, efisien, dan tetap fleksibel sesuai kondisi satuan pendidikan. Perencanaan ini sangat mendukung pelaksanaan pembelajaran yang terstruktur tanpa mengabaikan kebutuhan dan keunikan peserta didik.

Untuk mendukung implementasi di kelas, tersedia Modul Ajar yang dirancang berbasis pembelajaran mendalam, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Modul ajar ini diperkaya dengan aktivitas reflektif, penguatan karakter, serta pembelajaran bermakna yang mendorong berpikir kritis dan nilai spiritual. Selain itu, disediakan pula Bahan Ajar dalam bentuk slide PPT yang menarik, komunikatif, dan mudah digunakan, sehingga dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih visual dan interaktif.

Dengan kelengkapan perangkat pembelajaran ini, guru PAI BP diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran yang lebih terencana, inspiratif, dan berdampak positif terhadap perkembangan spiritual, sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Perangkat ini sangat cocok digunakan sebagai pendukung pembelajaran PAI BP Kelas 1–6 dalam rangka mewujudkan profil pelajar beriman, bertakwa kepada Allah SWT, dan berakhlak mulia sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka/Nasional.

Perangkat ini mendorong pembelajaran yang aktif, reflektif, dan berpusat pada peserta didik, sehingga siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai keislaman serta karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Solusi lengkap perangkat pembelajaran PAI BP untuk pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas dan jangan lupa untuk di ATM, sesuaikan dengan Situasi dan kondisi masing-masing sekolah.

Jika Bapak/Ibu Guru Berminat silahkan Klik masing-masing Kelas di bawah ini untuk Chekout dan Download file nya

Kelas 1

Kelas 2

Kelas 3

Kelas 4

Kelas 5

Kelas 6

Ingat,,di ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)

Sebagai penutup, perangkat pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) Kelas 1–6 ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dan efektif bagi guru SD dalam melaksanakan pembelajaran yang bermakna sesuai Kurikulum Merdeka/Nasional. Dengan kelengkapan dokumen yang sistematis serta pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), guru dapat lebih mudah merancang pembelajaran yang terarah, reflektif, dan berdampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik.

Melalui perangkat ini, proses pembelajaran PAI BP tidak hanya berfokus pada pencapaian kompetensi, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan pembentukan karakter peserta didik sejak dini. Seluruh perangkat dirancang agar mudah digunakan, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi satuan pendidikan.

Semoga perangkat pembelajaran ini dapat memberikan manfaat nyata, meningkatkan kualitas pembelajaran PAI BP di sekolah dasar, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mencetak generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Terima kasih atas perhatian dan semoga bermanfaat.

Assemblr EDU Siapkan Bootcamp Dukung Guru Naik Level melalui Program ACE

Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi pendidik, Assemblr EDU terus menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas guru melalui skema sertifikasi dan pelatihan berjenjang. Salah satu program penting yang perlu diketahui adalah ACE (Assemblr Certified Educator). Program ini dirancang untuk membekali guru dengan kemampuan memanfaatkan teknologi AR/VR dalam pembelajaran, sekaligus menjadi bagian dari persyaratan mengikuti program lanjutan ACT (Assemblr Certified Trainer).

ACE bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan sebuah program pengembangan profesional yang memberikan banyak manfaat bagi pendidik. Selain membantu memenuhi persyaratan pendaftaran ACT, peserta ACE juga memperoleh berbagai benefit, seperti peningkatan kompetensi digital, pengakuan sebagai educator tersertifikasi, serta peluang untuk terlibat aktif dalam komunitas pendidik Assemblr EDU. Hal ini diharapkan dapat mendorong guru untuk lebih percaya diri dalam menerapkan inovasi pembelajaran di kelas.

Sebagai persiapan pelaksanaan ACT Batch 2, Assemblr EDU (BLR) berencana mengadakan sebuah bootcamp khusus yang dirancang untuk membantu para pendidik agar dapat naik level lebih cepat. Bootcamp ini akan menjadi wadah pendampingan intensif, terutama bagi guru yang ingin mengikuti program ACE dan menargetkan pencapaian ACE Level 4 sebagai salah satu tahapan penting menuju ACT.

Dalam bootcamp tersebut, beberapa topik utama yang akan dibahas antara lain cara mengikuti program ACE, strategi untuk mencapai ACE Level 4, serta informasi lengkap seputar pelaksanaan ACT Batch 2. Materi disusun agar mudah dipahami dan aplikatif, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap menerapkannya secara langsung dalam aktivitas pembelajaran maupun pengimbasan.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan teknis pelaksanaan bootcamp ini akan segera diumumkan melalui akun Instagram resmi Assemblr EDU. Oleh karena itu, Bapak/Ibu pendidik diimbau untuk mengikuti Broadcast Channel Assemblr EDU agar tidak tertinggal informasi terbaru. Dengan mengikuti kanal resmi tersebut, peserta dapat memperoleh update secara cepat dan akurat terkait program-program pengembangan yang diselenggarakan oleh Assemblr EDU.

Melalui program ACE dan rencana bootcamp ini, Assemblr EDU berharap semakin banyak pendidik yang siap bertransformasi, berkolaborasi, dan menjadi agen perubahan dalam pembelajaran berbasis teknologi di Indonesia.

Webinar Nasional Guru Cendikia Menjadi Guru Kekinian Merancang LKPD dengan Assemblr Edu

Kegiatan Webinar Nasional Guru Cendekia telah sukses dilaksanakan pada Senin, 6 Januari 2025, pukul 16.00 WIB secara daring melalui live webinar dan live streaming. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghdapi tantangan pembelajaran abad ke-21, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses belajar mengajar.

Webinar Nasional ini mengangkat tema “Menjadi Guru Kekinian Merancang LKPD dengan Assemblr Edu”. Tema tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan pendidik dalam mengembangkan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang interaktif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran guru-guru dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan yang mengikuti kegiatan hingga selesai.

Kegiatan webinar menghadirkan narasumber Osman Fredy Oktafrizal, S.Pd., Gr., M.Pd, selaku Kepala Sekolah SDS Kanaan. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan pentingnya peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang inovatif serta mendorong pemanfaatan Assemblr Edu sebagai media pembelajaran berbasis teknologi yang mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi peserta didik.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh gambaran praktis mengenai perancangan LKPD yang menarik dan kontekstual. Sesi diskusi dan tanya jawab turut memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman serta mengajukan pertanyaan terkait implementasi Assemblr Edu dalam pembelajaran di kelas.

Webinar Nasional Guru Cendekia ini diselenggarakan secara gratis dan peserta yang mengikuti kegiatan hingga akhir memperoleh e-sertifikat tanpa dipungut biaya atau donasi apa pun. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru semakin termotivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan menjadi pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Guru Cendekia dan mitra dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru di era digital.

Meetup ACT Batch 1 via Zoom Kupas Tuntas Syarat ACT Level 2

Kegiatan Meetup ACT Batch 1 telah sukses dilaksanakan pada Jumat, 09 Januari 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta ACT dari berbagai daerah dengan tujuan memperkuat pemahaman program serta menyamakan persepsi terkait tahapan dan kewajiban peserta dalam menjalankan peran sebagai ACT. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari awal hingga akhir.

Meetup dipandu langsung oleh Mas Azka selaku fasilitator. Dalam sesi utama, Mas Azka menyampaikan penjelasan secara rinci mengenai persyaratan untuk mengikuti ACT Level 2, mulai dari kelulusan ACT Level 1, keterlibatan dalam ACE minimal Level 4, pengalaman mengisi webinar atau pelatihan, hingga kewajiban melakukan pengimbasan minimal 100 peserta dalam kurun waktu tiga bulan. Penjelasan disampaikan secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Pada kesempatan tersebut, saya mengajukan pertanyaan terkait apakah daftar hadir Pengimbasan ACT yang dilaksanakan dengan pendampingan ACE dapat digabungkan sebagai satu perhitungan untuk memenuhi target 100 peserta. Pertanyaan ini mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan strategi pelaksanaan pengimbasan di lapangan yang sering dihadapi oleh para ACT.

Sesi tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan dari Pak Tri Goesma yang menyoroti kondisi peserta webinar yang dinilai semakin sepi. Beliau menyampaikan bahwa sebagian guru dan tenaga pendidik saat ini lebih menginginkan pelatihan tatap muka secara langsung (door to door) ke sekolah dibandingkan webinar daring. Masukan ini menjadi bahan diskusi penting dan refleksi bersama untuk pengembangan model pelatihan ACT ke depannya agar lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Secara keseluruhan, Meetup ACT Batch 1 ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga wadah berbagi gagasan, tantangan, dan solusi antar peserta. Diharapkan hasil diskusi dan masukan yang muncul dalam kegiatan ini dapat menjadi dasar perbaikan dan penguatan program ACT ke depan, khususnya dalam meningkatkan partisipasi dan efektivitas kegiatan pengimbasan.